Home Info Kota 6 Pemuda Bengkulu Tertipu Modus Loker Scurity di RS Raflesia

6 Pemuda Bengkulu Tertipu Modus Loker Scurity di RS Raflesia

Isi Pesan Terduga Penipu

BencoolenTimes.com, – 6 pemuda warga Kota Bengkulu menjadi korban penipuan lowongan kerja Scurity mengatas namakan Rumah Sakit (RS) Raflesia.

Modus penipuan lowongan kerja tersebut, terduga pelaku penipuan mengaku sebagai HRD RS Raflesia dan menjanjikan pekerjaan sebagai Scurity di RS Raflesia.

Salah satu korban bernama Ayu Firmani Suci warga Skip Kota Bengkulu mengaku bahwa, mereka berenam telah tertipu penerimaan kerja sebagai Scurity di RS Raflesia.

“Awalnya kawan kami mendapat no pelaku dari Direktur Diksar Satpam. Saat dihubungi no tersebut mengaku sebagai HRD RS Raflesia bernama bapak Arman saat dihubungi ia meminta transfer uang Rp. 150 ribu untuk tes narkoba dan kesehatan, dan kembali meminta transfer lagi sebesar Rp. 75 ribu untuk seragam dan perlengkapan satpam,” ungkap Ayu.

Setelah itu, pelaku memberikan informasi bahwa akan melakukan pertemuan pada hari Jumat, (8/7/2022) sore pukul 19.00 WIB namun diundur pertemuan pada hari Minggu pagi dan diundur kembali pada pukul 12.00 WIB karena hari lebaran.

“Karena mencurigakan, akhirnya kami menghubungi Direktur dan Direktur bilang bahwa nomor yang diberikan adalah penipuan,” bebernya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi pihak Sekretariat RS Raflesia, dr. Agus Wiyono mengatakan bahwa, tidak ada pihak RS Raflesia membuka lowongan pekerjaan Scurity kalaupun ada pasti sesuai dengan Standar Operasional (SOP).

“RS Raflesia ketika membuka penerimaan karyawan pasti akan dipublikasikan terlebih dahulu melalui media sosial, dan media resmi lainnya sehingga masyarakat tahu ada lowongan,” kata Agus.

Lanjutnya, Pihak RS Raflesia pun telah dua kali menerima adanya laporan penipuan yang mengatasnamakan RS Raflesia.

“Kasus penipuan sudah 2 kali diterima, pertama korban langsung datang ke RS dan kami sampaikan kepada korban bahwa pihak RS tidak menerima itu, kedua, laporan melalui Humas kami, dan kita tegaskan bahwa piha RS tidak menerima karyawan dalam bentuk personal akan tetapi secara publikasi,” paparnya.

Ia menegaskan kepada masyarakat agar jangan mudah percaya terhadap penerimaan karyawan terutama di RS Raflesia. (JRS)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version