BencoolenTimes.com – Ahli Pers Dewan Pers, Zacky Antoni mengajak seluruh media di Provinsi Bengkulu mengawal Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) di Provinsi Bengkulu. Ini disampaikan saat kegiatan Sosialisasi Pilkada yang diselenggarakan Media Independen Online (MIO) Provinsi Bengkulu dan KPU Bengkulu Tengah, di Aula Hotel Riung Gunung, Minggu, 10 November 2024.
Zacky yang merupakan mantan Ketua PWI Provinsi Bengkulu, sekaligus akademisi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menyebut, peran media sangat penting dalam mewujudkan Pilkada yang damai, kondusif, jujur, dan adil.
Karena, kata Zacky, media memiliki posisi sentral sebagai pilar demokrasi yang diharapkan mampu menjaga netralitas dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemilihan yang sehat dan bebas dari hoaks. Media dalam menyajikan produk jurnalistik mereka, harus tetap dan selalu berpedoman pada Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
”Hal ini bertujuan agar dalam proses pemberitaan, media tetap mengutamakan akurasi informasi, independensi, serta menjunjung tinggi kepentingan publik. Karena memang media berperan sebagai penghubung informasi antara para kandidat dengan masyarakat, sekaligus menjadi filter terhadap isu-isu yang berpotensi menimbulkan perpecahan ditengah masyarakat sebagai penerima informasi,” jelas Zacky.
Zacky melanjutkan, Hoaks atau informasi tidak benar, menjadi salah satu ancaman serius bagi demokrasi. Untuk itulah, media diminta selalu menyajikan informasi dalam bentuk berita yang faktual, independen serta tervalidasi dan dengan konfirmasi yang lengkap.
”Jangan sampai pemberitaan yang disebarluaskan kepada masyarakat belum jelas kebenarannya dan tidak ada konfirmasi dari pihak berkompeten. Media harus berperan aktif dalam menangkal hoaks agar situasi Pilkada tetap kondusif dengan selalu menyertakan konfirmasi yang lengkap,” lanjut Zacky.
Selain itu, Zacky juga mengingatkan para jurnalis dan awak media untuk tetap berpegang pada prinsip keberimbangan dan netralitas dalam menyampaikan informasi. Dengan demikian, media tidak hanya menjalankan fungsi kontrol sosial, tetapi juga turut serta menciptakan suasana demokrasi yang sehat dan adil.
Ditambahkan Zacky, pelanggaran terhadap keberimbangan dan netralitas, dapat berdampak pada berkurangnya kepercayaan publik terhadap media. Sehingga diharapkan seluruh insan pers bersatu untuk menegakkan kode etik jurnalistik selama proses Pilkada berlangsung, karena media sebagai pilar demokrasi.
”Mari kita wujudkan Pilkada yang damai dan bermartabat dan tolak segala bentuk hoaks. Serta bersama-sama menjaga kondusifitas dan jangan mudah terprovokasi,” demikian Zacky.(OIL)






