BencoolenTimes.com – Balita korban kebakaran Pusat Pendaratan Ikan (PPI) pada Senin, 17 Februari 2025 lalu, akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 22.00 WIB di RSUD di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkuu.
Balita korban kebakaran PPI, sebelumnya menjalani operasi sekitar pukul 20.00 WIB, Senin, 17 Februari 2025 setelah mengalami luka bakar akibat kebakaran.
Korban yang bernama Fadil (4) tersebut merupakan anak dari pasangan Sarwoko alias Wiwik (43) dan Linda (44) yang juga menjadi korban dalam musibah kebakaran PPI di Kelurahan Pondok Besi.
Korban sudah dimakamkan pada Selasa, 18 Februari 2025 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat. ‘’Korban saat dibawa ICU setelah kejadian kebakaran, memang sudah dalam kondisi koma dan sempat menjalani operasi, namun tuhan berkehendak lain,’’ sampai Hamdan salah satu keluarga korban, saat berada di rumah duka.
Untuk diketahui, Fadil diketahui merupakan anak bungsu dari pasangan Sarwoko alias Wiwik (43) dan Linda (44). Sarwoko sendiri mengalami luka bakar pada kedua tangannya, sedangkan istrinya Linda mengalami luka bakar pada bagian tangan, belakang dan kaki.
Saat proses pemakaman anak mereka Fadil, korban Sarwoko dan Linda ikut pulang ke rumah meskipun masih dalam keadaan mengalami luka bakar. Setelah selesai melakukan proses pemakaman anak mereka Fadil, Sarwoko dan Linda kembali dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk kembali mendapatkan perawatan.
‘’Korban memang termasuk keluarga kurang mampu, makanya kalau ada dermawan yang ingin membantu, selahkan nanti datang langsung ke ruah korban,’’ imbuh Hamdan.
Untuk diketahui, kejadian kebakaran PPI milik Pemkot (Pemerintah Kota) Bengkulu, terjadi sekitar pukul 16.20 WIB, Senin, 17 Februari 2025, yang diduga disebabkan bahan bakar tang tersimpan di gudang.
Dari musibah kebakaran tersebut, satu keluarga menjadi korban, masing-masing Pasangan Suami Istri (Pasutri) Sarwoko alias Wiwik (43) dan istrinya Linda (35) beserta anaknya Fadil (4).
Ketiganya mengalami luka bakar, karena kebetulan saat kejadian sedang berada di dalam gudang tersebut. Ketiganya langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.
‘’Untuk korban yang sempat terbakar tadi, sudah dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan medis,’’ kata Hamdani yang merupakan warga Kelurahan Pondok Besi RT 06 RW 02.
Satu jam pasca kejadian, atau sekitar pukul 17.20 WIB, kondisi api di tempat kejadian perkara sudah berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar Kota Bengkulu. Serta, terlihat juga, pesonel dari pihak kepolisian sudah memberikan garis police line di lokasi kejadian kebakaran.
Sementara itu, Kepala Damkar Kota Bengkulu, Yuliansyah mengatakan, pihaknya telah menurunkan 4 unit mobil pemadaman kebakaran untuk melakukan pemadaman api.
‘’Ada 4 unit mobil pemadam kebakaran termasuk tangki suplai kita turunkan,’’ kata Yuliansyah.
Dari data yang dihimpun di lapangan, kebakaran diduga diakibatkan adanya Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ada di dalam gudang untuk keperluan kapal nelayan saat melaut terbakar.(JUL)






