BencoolenTimes.com, – Bencana alam banjir melada lima Kabupaten di Provinsi Bengkulu, yakni Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, Kaur, Bengkulu Utara dan Kota Bengkulu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu mencatat sebanyak 3.170 rumah warga terendam banjir dan banyak warga yang membutuhkan pertolongan, terutama yang di posko sementara.
“Saat ini yang menjadi kebutuhan mendesak di daerah adalah beras, air mineral, pakaian dan makanan siap saji,” kata Sekretaris BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah, Selasa (24/1/2023).
Banjir merendam 6 Kecamatan di Bengkulu Tengah, yakni Kecamatan Talang Empat dengan 297 kepala keluarga (KK) yang terdampak, Karang Tinggi terdampak 283 KK, Pondok Kelapa 272 KK, Kecamatan Taba Penanjung sebanyak 54 KK, Semidang Lagan sebanyak 2 KK dan Kecamatan Bang Haji 2 KK.
Selain banjir, di Bengkulu Tengah juga terjadi tanah longsor di Desa Dewa Nyoman Karang, Kecamatan Pondok Kelapa 2.
Untuk di Kabupaten Bengkulu Selatan banjir dan tanah longsor, sempat membuat dua orang warga terjebak. Longsor sendiri terjadi di jalan lintas Manna, Bengkulu Selatan-Pagar Alam, Sumatera Selatan, tepatnya di Desa Kayu Ajaran, Kecamatan Ulu Manna. Saat ini, lokasi longsor itu sudah bisa dilalui kendaraan.
“Dua orang sempat terjebak banjir berhasil dievakuasi dengan selamat. Untuk jalan tertutup longsor sudah bisa dilalui kendaraan,” jelas Khristian.
Kemudian, banjir di Kota Bengkulu 13 Kelurahan di 3 Kecamatan dengan ketinggian air diperkirakan dua meter. Ada 2.242 KK terdampak dan 956 KK mengungsi. Tidak hanya itu, dua bangunan sekolah, tiga masjid, dua kantor lurah, 50 hektare (Ha) ikut terendam banjir.
”Kondisi air di lokasi banjir dengan ketinggian dari 20 cm hingga 200 cm di 13 kelurahan,” ucap. Khristian.
Banjir di Kabupaten Kaur, menerjang Desa Pulau Panggung, Kecamatan Guci Ilir. Akibatnya, kebun jagung hancur, kandang sapi terendam. Sementara di Desa Talang Jawi I dan II kolam ikan disebut meluap.
Banjir di Kabupaten Bengkulu Utara merendam Kecamatan Batik Nau tepatnya di Desa Bintuhan dan Desa Pagar Ruyung. Lalu di Kecamatan Air Napal tepatnya di Desa Lubuk Tanjung. Dampaknya, 17 rumah dan satu Polindes terendam dan tiga rumah rusak berat.
“Saat ini kebutuhan mendesak yakni, makanan siap saji, beras, pakaian dan air mineral,” jelas Khristian. (Bay)






