Home Info Kota Bank Bengkulu Raih TOP BUMD Awards 2023

Bank Bengkulu Raih TOP BUMD Awards 2023

“Yang kedua, saya tularkan juga (apabila disapa) apa kabar? Jawabannya sukses luar biasa 130 persen, itu saya minta labanya. Doktrin saya itu saja, labanya 130 persen,” ucap Irfan.

Tidak berhenti sampai di situ, ada empat kata yang juga didorong Irfan di Bank Bengkulu, yakni Enjoy, Untung, Aman, dan Selamat.

“Jangan dipisahkan Si Enjoy, Si Untung, Si Aman, dan Selamat tadi. Itu bahasanya nyeleneh tapi gampang dimengerti. Maksud saya itu, Enjoy, Untung, Aman dan Selamat itu kualitas. Jadi, capai target 130 persen dengan kualitas yang bagus,” ujar Irfan.

“Enjoy, teman-teman harus kerja enjoy. Berarti dia harus menguasai ilmunya. Kalau dia di bagian kredit kan ilmu perkreditan, filosofi kredit dia harus paham. Terus kemudian Untung, orientasi kita ini untung. Jadi, yang support pun mensupport yang untung. Jadi, orientasi kita laba 130% tadi. Aman, kita pakai SOP. Jadi dia bekerja aman untuk diri dia, aman juga sampai ke direksi. Baru selamat, tidak dipanggil polisi, jaksa dan KPK, di akhirat. Itulah yang kita ubah,” jelas Irfan.

Sementara, Ketua Penyelenggara Top BUMD Awards 2023, M. Lutfi Handayani, MM, MBA mengatakan, pada 2023 tema yang diangkat adalah ‘Inovasi dalam membangun Kinerja Bisnis dan Layanan BUMD’.

Inovasi sangat penting bagi BUMD. Sebab, jika inovasi ditularkan, tentu mendorong BUMD lain untuk terus tumbuh. BUMD adalah aset milik Pemerintah Daerah dan bila semua terus inovatif, maju, tentu BUMD bukanlah sekadar aset daerah. Tetapi juga menjadi aset bangsa Indonesia. Sebab mendukung pembangunan merata untuk Indonesia yang maju.

“Dengan demikian, permasalahan seperti kemiskinan dan lain-lain, lebih mudah diselesaikan karena peranan BUMD,” papar Lutfi.

Lutfi menambahkan, kegiatan TOP BUMD Awards, diselenggarakan untuk mendukung pelaksanaan Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang didalamnya mengatur mengenai maksud dan tujuan didirikannya BUMD, dan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD, yang didalamnya mengatur tentang tata cara pengelolaan BUMD.

Ketua Dewan Juri Top BUMD Awards 2023, Djohermansyah mengatakan, kriteria utama penilaian Dewan Juri Top BUMD Awards 2023, mengacu pada empat aspek penting untuk menentukan level bintang penghargaan dari Bintang 1 sampai yang tertinggi, yakni Bintang 5.

Pertama, aspek pencapaian kinerja bisnisnya, baik dan berkelanjutan (atau achievement). Di sini, ada beberapa kriteria, seperti: memiliki kinerja keuangan, human capital, pemasaran, dan layanan pelanggan yang baik; pencapaian kinerjanya, mengarah pada pencapaian visi-misi BUMD-nya; memiliki aspek kepemimpinan dan sistem manajerial yang baik.

Kedua, BUMD yang terus melakukan perbaikan (atau Improvement). Dalam aspek ini, kriteria penilaian yang digunakan adalah apakah BUMD memiliki inovasi bisnis secara umum; ada upaya perbaikan sistem/business process; meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional/bisnis, yang ditunjang dengan teknologi.

Ketiga, aspek kontribusi dalam pembangunan daerah. Kriterianya adalah, BUMD yang memiliki peran dalam peningkatan perekonomian/kesejahteraan sosial/layanan publik kepada masyarakat daerah; mendukung program Pemerintah Daerah dan/atau Program Pemerintah Pusat di daerah; berkontribusi dalam setoran PAD (untuk BUMD yang murni profit oriented).

Keempat, inovasi BUMD untuk mendukung bisnis BUMD agar tumbuh berkelanjutan. Sedangkan untuk tambahan kriteria untuk mendapat Level Bintang 5 (tertinggi), adalah BUMD yang dapat menjadi benchmark/contoh/inspirasi bagi BUMD lainnya. Jadi, BUMD Bintang 5, harus memiliki kinerja bisnis yang sangat baik, dan ada hal-hal tertentu yang dinilai sangat menonjol, dan layak direkomendasikan atau menjadi benchmark bagi BUMD lainnya.

“Dan pada penyelenggaraan Top BUMD Awards 2023 ini, ada 8 BUMD yang telah berhasil mendapatkan penghargaan level Bintang 5 selama tiga tahun berturut-turut, sehingga akan mendapatkan penghargaan special berupa Golden Trophy Top BUMD Awards,” kata Djohermansyah.

Djohermansyah menambahkan, Dewan Juri menetapkan penghargaan Top Pembina BUMD 2023. Penghargaan Top Pembina BUMD diberikan kepada kepala daerah (gubernur, bupati, walikota) yang BUMD-nya mendapat penghargaan dalam kegiatan TOP BUMD 2023 ini. “Penghargaan ini diberikan karena Dewan Juri menilai, bahwa keberhasilan kinerja BUMD, tentu tidak lepas dari dukungan dan peran kepala daerahnya,” ungkap Djohermansyah.

Djohermansyah menuturkan, secara umum, hampir semua BUMD telah banyak yang melakukan inovasi dalam mendukung peningkatan bisnis dan layanan kepada konsumennya. Kinerja dan layanan BUMD, terutama peserta TOP BUMD Awards 2023, terus mengalami peningkatan.

BUMD sektor Air Minum, tercatat sangat intens dalam melakukan inovasi untuk mendukung kinerja dan layanan kepada pelanggan, terutama inovasi yang berbasis teknologi digital.

BUMD sektor keuangan, terutama BPD, BPR dan BPR BKK, termasuk Jamkrida,  saat pandemi terkena dampak yang sangat besar. Namun, berkat inovasi produk perbankan dan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnisnya, maka BPD dan BPR-BPR itu, masih mampu meningkatkan kinerja dan layanannya dengan baik.

Beberapa BPR juga telah mulai aktif melakukan kerjasama-kerjasama bisnis baik dengan sesama BPR maupun dengan pihak ketiga, untuk mendukung bisnisnya. Semakin banyak pula BPR dan BPRS yang concern serta lebih intens dan terukur, untuk melakukan pemberantasan rentenir di wilayah operasional.

BPD-BPD makin intens dan inovatif serta lebih fokus mengalokasikan pembiayaannya, untuk membangun masyarakat daerahnya dan pembiayaan pemerintah daerahnya.

BUMD dan Dinas sektor pariwisata, adalah sektor yang paling besar terkena dampak pandemi Covid-19. Namun, dengan kesigapan dan inovasinya, mampu meredam tantangan yang ada. Beberapa Pasar Daerah, juga berhasil menjalankan tambahan penugasan dari Pemda, untuk turut menjaga stabilitas harga dan pengengalian inflasi di daerah.

BUMD Sektor Infrastruktur dan Aneka Usaha, mampu bertahan dan menjaga kinerjanya di masa pasca-pandemi ini. Beberapa BUMD Aneka Usaha, juga terus melakukan berbagai inovasi dan terobosan bisnis, dengan didukung oleh pengembangan SDM dan TI yang baik.

Adapun khusus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), yang  dalam hal ini banyak diikuti oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), juga terus melakukan banyak inovasi berbasis teknologi digital dalam memberikan layanan kepada masyarakat di daerah. Keberhasilan transformasi digital RSUD-RSUD di Indonesia, menjadi salah satu yang menonjol di kalangan BUMD dan BLUD di Indonesia.

“Ada ruang perbaikan yang masih perlu diperhatikan oleh para BUMD dan Pemerintah Daerah. Contoh hal itu adalah meningkatkan sinergi/kerjasama usaha, yakni antara BUMD dengan BUMD, sinergi antara BUMD dengan BUMN, maupun dengan swasta. ”Yang penting adalah peningkatan GCG  atau tata kelola BUMD agar kinerja bisnis dapat tumbuh berkelanjutan, dan layanan kepada masyarakat dapat meningkat secara signifikan,” demikian Djohermansyah. (JRS)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version