BencoolenTimes.com – Beredar di media sosial rekaman video keluarga pasien meninggal dunia mengeluhkan layanan mobil Ambulans di Rumah Sakit (RS) Rafflesia pada Rabu malam, 23 September 2026.
Dari rekaman video tersebut, pihak keluarga pasien mengungkapkan bahwa orang tuanya meninggal dunia saat di rawat di RS Rafflesia, sehingga pihak keluarga pasien memesan mobil Ambulans milik RS untuk pengantaran jenazah ke rumah duka. Namun setelah menunggu dua jam, mobil Ambulans tak kunjung datang dengan alasan sopirnya tidak ada.
”Raffelsia koh memang bertele-tele, nak ngitui Ambulans, lah ndak duo jam. Ndak duo jam kami nunggu di Rafflesia nih, ICU pertama kemaren dikecek penuh terus, idak ado ndak berusaha, sampai orang tuo sayo meninggal, kurang ajar Rafflesia koh. Tunggu yoh,” ungkapan wanita dalam video sambil merekam.
Karena kesal menunggu lama, akhirnya keluarga pasien langsung membawa jenazah dengan menggunakan mobil pribadi keluarga. Mirisnya lagi, saat pengantaran jenazah dari ruang rawat inap ke mobil pribadinya tanpa diantar oleh karyawan rumah sakit.
Menanggapi insiden tersebut, pihak RS Rafflesia melalui Bagian Humas, Berbi membenarkan adanya insiden tersebut, namun pihaknya perlu meluruskan beberapa hal dalam video tersebut.
“‘Yang pertama, pukul 19.00 WIB, pasien dinyatakan meninggal. Setelah meninggal, otomatis menguruskan administrasi dan lain-lain, sekaligus persiapan ambulans. Saat itu, sopir kami sedang mengisi BBM mobil operasional milik rumah sakit. Karena keluarga pasien sudah terbawa emosi, jadi pukul 19.55 mereka memutuskan untuk membawa jenazahnya sendiri,” ungkap Berbi saat dikonfirmasi, Kamis, 24 September 2026.
Berbi menegaskan bahwa keluarga pasien menunggu mobil ambulans RS tidak sampai selama dua jam yang diungkapkan di dalam video beredar di Medsos tersebut.
”Jadi bukan 2 jam. Dari dinyatakan meninggal pukul 19.00 WIB dan pukul 19.55 WIB mereka sudah membawa jenazah itu sendiri. Terus, terkait video yang menyatakan Nakes (tenaga kesehatan) tidak ada, mereka mendampingi dan dibilang tidak membantu, itu tidak benar, kami mendampingi turun dari ruangan ke parkiran mobil,” tegasnya.
Atas meninggalnya salah satu pasien RS Rafflesia tersebut, ia mewakili pihak RS Rafflesia menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga yang ditinggalkan.
”Jadi, kami pihak rumah sakit mohon maaf atas ketidaknyamanannya, semoga miskomunikasi ini tidak terjadi lagi dan juga kami rumah sakit menyampaikan belasungkawa, turut berduka cita yang sedalam dalamnya,” tutup Berbi. (JUL)



