Home Info Kota Dikbud Kota Bengkulu Usulkan 2 Objek Jadi Cagar Budaya

Dikbud Kota Bengkulu Usulkan 2 Objek Jadi Cagar Budaya

Kabid Kebudayaan Dikbud Kota Bengkulu Martina Ningsih

BencoolenTimes.com, – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu di tahun 2022 mengusulkan 2 objek diduga cagar budaya tingkat Kota.

Sebelumnya, Dikbud Kota Bengkulu telah mengusulkan sebanyak 6 objek diduga cagar budaya untuk dikeluarkan rekomendasi di tahun 2022 lalu.

Objek diduga cagar budaya tersebut seperti banker Kampung Klawi, Gerga Tabot Imam di Berkas, Makam Mangku Rajo di Pasar Bengkulu, Kawasan Pencinan di Kampung Cina, Gereja Katolik Yohanes di Kampung Cina dan Kawasan Kota Tuo di Pasar Bengkulu.

Dijelaskan Kadis Dikbud Kota Bengkulu Sehmi melalui Kabid Kebudayaan Martina Ningsih bahwa, dari semua usulan yang diajukan ke tim ahli cagar budaya Lampung-Bengkulu dipilih 2 objek diduga cagar budaya peringkat kota yang memenuhi syarat.

Gereja Katolik Sint Yohanes Kampung Cina

“2 objek diduga cagar budaya yang memenuhi syarat untuk direkomendasikan diusul kepada Walikota Bengkulu untuk ditetapkan objek cagar budaya peringkat Kota yakni, Gereja Katholik Sint Yohanes dan Kawasan Kota Tuo di Pasar Bengkulu,” ungkap Martina Ningsih, Senin (9/1/2023).

Martina menambahkan, rekomendasi ini telah diusulkan pada bulan November tahun 2022 lalu.

Kawasan Kota Tuo Pasar Bengkulu

“Kami sudah menaikkan usul ke bagian Hukum Pemkot Bengkulu dan saat ini sedang dilakukan telaah untuk ditetapkan menjadi cagar budaya peringkat Kota,” pungkasnya. (JRS)

Untuk diketahui, objek diduga cagar budaya Gereja Katholik Sint Yohanes di Kampung Cina pada tanggal 23 September 1924 para pastor dan bruder SCI pertama tiba di Tanjung Sakti. Mereka adalah P.H.J.D.Van OOrt SCJ, P.K. Van Steekelenburg dan Br. Felix van Langenberg SCJ. Mereka disambut oleh Pastor Spanjers OFM.Cap. Pastor Van Oort SCJ diberi kepercayaan sebagai kepala Misi dan mulai berkeliling, pada hari raya Paska 1925. Palembang ditetapkan sebagai pos misi ke-dua dan Bengkulu sebagai pos misi ke-tiga.

Di Bengkulu telah ada sedikit umat Katholik, Kel. Van der Vossen, telah menetap di Bengkulu selama beberapa turunan dan mempunyai kedudukan penting di tengah umat katholik. Dari keluarga inilah pada bulan November 1926 diberi sebuah rumah dan pekarangan di Jl. Pasar Melintang. Tanggal 11 Desember 1926 Pastor M.Neilen SCJ menempati rumah itu.

Sementara Untuk Kawasan Kota Tuo di Pasar Bengkulu diketahui:

1. Ditemukan beberapa objek cagar budaya berupa situs benteng York, Masjid Tuo dan Rumah Tuo yang telah ditetapkan sebagai cagar Budaya.

2. Ditemukan beberapa Rumah Tuo dengan arsitektur tradisional khas Bengkulu, makam Pangeran Mangku Rajo (raja Sungai Serut yang menyerang Fort Marlborough 1719) dan bebrapa makam lainnya yang berhubungan dengan kerajaan Sungai Serut.

3. Diduga sepanjang aliran sungai Bengkulu dari pedalaman sampai ke muaranya merupakan jalur pengiriman lada ke pusat kerajaan Sungai Serut yang diperkirakan terletak disekitar Sungai Bengkulu. Hal ini adalah merupakan bukti adanya aktifitas perdagangan lada (jalur rempah) Bengkulu pada masa lalu.

4. Di kawasan ini (Kampung Kelawi) juga terdapat Bunker tinggalan tentara pendudukan Jepang, sebagai bukti sejarah pendudukan Jepang di Bengkulu.

5. Tugu Perjuangan Rakyat Bengkulu yang terdapat di ujung jalan Enggano adalah bukti patriotisme rakyat Bengkulu dalam perjuangan mempertahankan proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

6. Tinggalan sejarah sebagai bukti dan saksi kehidupan masa lampau berupa rumah tua dan pola hubungan sosial masyarakat mebentuk kebudayaan Bengkulu yang beraneka ragam sebagai aset daerah yang tak ternilai.

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version