BencoolenTimes.com, – Dibawah kepemimpinan Dedy Wahyudi sebagai Ketua, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bengkulu banyak mengalami kemajuan. Sebentar lagi, PMI Kota Bengkulu akan memiliki alat pemisah plasma darah. Hal ini diungkapkan Dedy Wahyudi saat buka bersama jajaran pengurus maupun relawan PMI Kota Bengkulu, Kamis (4/4/2024).
Dedy Wahyudi didampingi Bendahara PMI Kota Bengkulu, Iryanka Aditya mengatakan, guna memenuhi kebutuhan darah di Kota Bengkulu yang tembus 1200 kantong per bulan. PMI Kota Bengkulu menginisiasi dengan membeli alat pemisah darah seharga Rp 1,5 miliar.
“Ini baru pertama dalam sejarah. Nanti kita punya alat pemisah plasma darah. Dimana satu kantong darah nanti bisa menjadi tiga kantong yakni plasma trombosit,plasma darah putih dan plasma darah merah. Kalau selama ini satu kantong darah itu dimasukkan, sedangkan kadang-kadang yang dibutuhkan hanya plasma trombosit,” ungkap Dedy Wahyudi.
Wakil Walikota Bengkulu periode 2018-2023 ini menuturkan, seusai lebaran pihaknya akan melaksanakan Memorandum Of Understanding (MoU). Apabila hal tersebut tercapai maka, kata Dedy Wahyudi, kebutuhan darah akan terbantu, sehingga setiap orang yang datang ke PMI membutuhkan darah, maka darah tersedia.
“Mohon doanya. Kurang lebih harga alat itu Rp 1,5 miliar. Alhamdulillah kita juga sudah bekerjasama dan sudah kita bayar Rp 500 juta dulu. Sedangkan sisanya kita angsur. Mudah-mudahan, mohon doanya ini bisa terwujud,” tutur Dedy Wahyudi.
Dedy Wahyudi yang merupakan calon terkuat Walikota Bengkulu 2024 ini menyebut, kebutuhan darah di Kota Bengkulu selama ini 1200 kantong. Darah yang tersedia dari pendonor sekitar 800 kantong.
“Sehingga di sini kita masih memerlukan penambahan kuota untuk memenuhi kebutuhan. Selama ini masih minus 400 kantong, dengan alat ini nanti, mudah-mudahan kebutuhan bisa terpenuhi,” demikian Dedy Wahyudi. (BAY)






