Ditambahkan Adel, pelatihan pembuatan sirup Kalamansi diikuti emak-emak Kecamatan Ratu Samban sekitar 150 peserta.

“Peserta yang mengikuti pelatihan 150 orang yang terdiri dari setiap perwakilan kelurahan di Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu,” paparnya.
Ia berharap, pelatihan pembuatan sirup Kalamansi ini dapat meningkatkan ekonomi dan lebih jauhnya, sirup Kalamansi bisa dikenal di seluruh Indonesia.
“Kita berharap ada pengusaha atau pemerintah yang akan mendukung produksi produk sirup Kalamansi ini,” harapnya.
Sementara, Ketua Umum Espas Indonesia, Dewi Herawati mengungkapkan, awalnya tidak mengetahui produk jeruk Kalamansi ini, setelah browsing di internet dan mencari tahu lebih jauh, ternyata Kalamansi sangat bagus produknya





