Home Nasional FPPB Desak Gubernur & Walikota Selamatkan Pulau Tikus

FPPB Desak Gubernur & Walikota Selamatkan Pulau Tikus

Kondisi Pulau Tikus Bengkulu.

Oleh : Feri Van Dalis

Bengkulu merupakan salah satu Provinsi di Pulau Sumatera Bagian Selatan. Provinsi Bengkulu diapit oleh Bukit Barisan dan Samudra Hindia. Dengan posisi ini wilayah Bengkulu selain memiliki potensi kekayaan sumberdaya alam juga rentan memiliki potensi ancaman bencana alam.

Memiliki wilayah laut yang luas dengan potensi ikan dan keindahan pantai, sekaligus memiliki potensi ancaman badai, angin puting beliung dan Tsunami. Diapit oleh pegunungan dan daerah dataran tinggi Bukit Barisan. Memiliki kekayaan keanekaragaman hayati, potensi sumberdaya alam dan sungai besar. Sekaligus terdapat di jalur patahan dan gunung berapi, sehingga berpotensi terdampak gempa polkanik dan tektonik.

Seperti hal nya “PULAU TIKUS BENGKULU”. Aku tercipta untukmu wahai manusia, rawat dan jagalah aku agar kamu tetap hidup”. Begitulah sekiranya yang diucapkan jika pulau tikus dapat berbicara.

Jikalau kita melihat secara administrasi Pulau Tikus terletak dalam wilayah Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu, dengan luas daratan sekitar ± 0,5 Ha (Tahun 2020) Sedangkan selebihnya berupa kawasan laut berupa terumbu karang (sekitar ± 220 Ha) dimana merupakan daratan pantai kota Bengkulu Secara Geografis terletak pada 102o 10̍30̎ -102o 10̍ 57̎ BT dan 03o 51’30″ – 03o 51’0″ LS.

* Manfaat Salah satu pulau kecil yaitu “Pulau Tikus” di Provinsi Bengkulu, yang berfungsi, Sebagai :

– Jasa Pelayaran / Navigasi (Mercu suar)

– Potensi Perikanan dan Kelautan

– Potensi Pariwisata bahari

– Tempat singgah para nelayan ketika badai

– Pelindung pantai Kota Bengkulu

* Kerusakan Pulau Tikus :

a) Tahun 1978 luasnya sekitar ± 2 Ha

b) Tahun 2010 luasnya sekitar ± 0,88 Ha

c)Tahun 2014 luasnya sekitar ± 0,77 Ha

d) Tahun 2020 luasnya sekitar ± 0,55 Ha

Tidak bisa dipungkiri, Pulau Tikus adalah salah satu tameng terdepan juru selamat masyarakat khususnya yang tinggal di Kota Bengkulu, dari ancaman ketika adanya potensi ombak besar atau Tsunami. Pulau Tikus  dan Terumbu Karang nya memecah setiap ombak yang datang agar tidak sampai menyakiti dan mengancam nyawa manusia yang berada di pesisir pantai seputaran wilayah Kota Bengkulu dan sekitarnya. Karena, terumbu karang di pulau tikus sangat luas sekali ± 220 Ha.

Dengan segala kemurahan hati Pulau Tikus menggeratiskan pengunjung untuk menikmati pesonanya. Jika ada pengunjung yang lapar Pulau Tikus memanggil ikan-ikan untuk mendekat agar bisa dikonsumsi manusia. Pulau tikus menghiasi dirinya dengan terumbu karang warna-warni agar manusia nyaman tinggal bersamanya. Begitu baik Pulau Tikus kepada manusia, akankah kita membiarkan kucing menghancurkannya ?

Saat ini  pulau tikus terancam hilang. Luas  awalnya yang mencapai ± 2 Ha, sekarang tinggal ± 0,5 Ha, kurang dari 1 Ha. Pohon-pohon bertumbangan karena, tidak mampu menahan hempasan ombak. Sedikit demi sedikit dataran Pulau Tikus ditarik air laut tanpa pernah dikembalikan.

Saat ini kami belum melihat adanya hasil yang kongkrit dan aksi nyata dari Kepala Daerah untuk mengembalikan Pulau Tikus seperti luasan sebelumnya sekitar 2 Ha dan belum ada hasil yang nyata dalam menyelesaikan persoalan kerusakan Pulau Tikus Bengkulu selama ini. Baik itu Walikota Bengkulu maupun Gubernur Bengkulu. Karena, kami melihat seperti kondisi Pulau Tikus Bengkulu saat ini yang kian semakin menghuatirkan akan hilang lenyap di telan ganasnya ombak Samudera Hindia.

Sebagai Kepala daerah yang di amanatkan dalam Undang-undang. Gubernur dan Walikota harus bertanggung jawab untuk menyelamatkan pulau tikus Bengkulu. Karena, secara Geografis Pulau Tikus terletak di wilayah Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu. Sekitar 10 Mil dari bibir pantai Tapak Paderi ± 30 Menit jarak tempuh sampai di Pulau Tikus menggunakan kapal.

Jika kita melihat semasa kepemimpinan Walikota Bengkulu Helmi Hasan sudah 10 tahun menjabat sebagai Walikota Bengkulu dari tahun 2013-2023. Belum ada hasil yang kongkrit dalam penyelamatan pulau tikus Bengkulu selama ini. Sama halnya dengan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat ini, belum juga kami melihat hasil yang nyata dalam upaya penyelamatan pulau tikus Bengkulu. Karena untuk kita ketahui juga, sebentar lagi Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah akan mengakhiri jabatan nya di tahun 2024 tahun depan. Akankah ada terobosan yang bisa di ambil dalam aksi nyata dalam upaya penyelamatan pulau tikus ke depannya ?

Maka dari itu, kami dari Forum Pemuda Peduli Bengkulu (FPPB). Mendesak baik itu Gubernur Bengkulu ataupun Walikota Bengkulu yang saat ini di jabat sebagai PJ Walikota. Untuk segera mengambil langkah dan aksi nyata dalam upaya penyelamatan Pulau Tikus Bengkulu ke depannya.

Kalau persoalan undang-undang dan aturan sudah sangat jelas. Yang sudah di atur dalam Undang-Undang Lingkungan Hidup, Undang-undang tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil maupun Peraturan Pemerintah tentang Pemanfaatan Pulau-Pulau Kecil yang sudah jelas fungsi dan manfaatnya.

Kita menunggu ke depannya, apakah ada Gubernur Bengkulu dan Walikota Bengkulu yang benar-benar peduli dengan penyelamatan Pulau Tikus Bengkulu dan wilayah pesisir pantai Bengkulu nantinya.

Kami tidak mengharap hanya retorika dan diskusi-diskusi terus di atas meja tanpa ada aksi nyata yang dilakukan oleh kepala daerah kita ke depannya. Intinya Cuma satu, kami ingin melihat capaian dan hasil dari kinerja kepala daerah untuk benar-benar bisa membuat daerah ini lebih maju lagi dan ada kenangan pembangunan yang di tinggalkan untuk menjadi tolak ukur kemajuan Bengkulu ke depannya.

Melihat kondisi Pulau Tikus yang tak berdaya membuat anak-anak muda Bengkulu terus melakukan upaya penyelamatan pulau tikus selama ini. “Kami tidak ingin kehilangan Pulau Tikus dan ingin pulau tikus tetap eksis”.

Anak muda Bengkulu mengerti bahwa penyelamatan Pulau Tikus  harus dilakukan dengan aksi nyata. Satu tindakan lebih baik dari 1000 kata mutiara, begitu filosofi yang terpatri.

Kami dari Forum Pemuda Peduli Bengkulu (FPPB). Sejak dari tahun 2013 terus melakukan upaya kegiatan penyelamatan pulau tikus Bengkulu dalam tema #SaveTikusIlsand.

Forum Pemuda Peduli Bengkulu tempat berkumpulnya berbagai bidang lintas komunitas, baik dari organisasi kepemudaan, mahasiswa pencita alam, seniman, olahraga dan kaum muda  yang cinta dan rela berkorban untuk Bengkulu. Banyak kegiatan yang sudah telah dilakukan, seperti membuat rumah ikan (Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Tikus), penanaman mangrove dan pohon di wilayah pesisir pantai bengkulu, aksi bersih pantai, advokasi persoalan kerusakan lingkungan baik itu soal kerusakan akibat dari perusahaan batubara dan isu perkebunan sawit skala besar yang ada di Bengkulu ini, serta aksi galang dana untuk kemanusiaan dan untuk penyelamatan lingkungan. FPPB akan terus beraksi untuk kemaslahatan bersama dan kelestarian lingkungan hidup yang bersih dan sehat untuk ke depannya.

Kami mengajak untuk semua lapisan masyarakat untuk mengambil adil dalam upaya penyelamatan pulau tikus Bengkulu ke depannya. Dan semoga juga ada kepala daerah baik itu Gubernur maupun Walikota Bengkulu ke depannya yang benar-benar peduli dengan penyelamatan pulau tikus ataupun peduli dengan permasalahan kerusakan wilayah pesisir pantai Bengkulu selama ini.

Sehingga, khususnya di kota Bengkulu ini benar-benar bisa dijadikan tempat objek wisata pantai dan pulau tikus nya. Itu yang dari dulu kita harapkan akan ada kepala daerah yang melek ke arah ke situ.

Tahun 2024 menjadi ajang tahun politik dalam menentukan kepala daerah ke depannya. Kita menghimbau untuk masyarakat Bengkulu agar benar-benar memilih calon kepala daerah yang peduli dengan keberlangsungan lingkungan hidup yang sehat dan bersih dan bisa membuat Bengkulu menjadi tempat kunjungan wisata mancanegara ke depannya.

Bukan menjadikan Bengkulu sebagai tempat perusahaan tambang skala besar dan perkebunan sawit skala besar. Karena Bengkulu ini sangat rentan sekali dengan potensi bencana alam dan gempa yang terus menghantui masyarakat selama ini. Dari dulu terus kita sampaikan, bahwasannya Bengkulu ini sangat potensi sebagai tempat wisata. Seperti kunjungan wisata sejarah, seni dan budaya nya. Itu yang dari dulu kita terus dorong agar pemerintah benar-benar serius dan komitmen dalam pembangunan Sumber Daya Manusia nya dan infrastrukturnya. (**)

Penulis adalah Koordinator Forum Pemuda Peduli Bengkulu -FPPB

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version