
BencoolenTimes.com – Gerak cepat, RSUD M. Yunus Bengkulu, melakukan penjemputan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) untuk pelayanan Pasien Hemodialisis, Kamis, 16 April 2026.
Gerak cepat, RSUD M. Yunus Bengkulu menjemput BMHP Pasien Hemodialisis yang sebelumnya sempat tertunda akibat keterlambatan pengiriman oleh pihak ekspedisi.
Diketahui, keterlambatan BMHP Pasien Hemodialisis tersebut, sempat menyebabkan pelayanan pasien cuci darah mengalami penundaan. Hingga pukul 12.00 WIB siang, Kamis, 16 April 2026, pihak rumah sakit terus berupaya menghubungi pihak ekspedisi, namun belum memperoleh respons.
Hanya saja, setelah dilakukan pengecekan melalui sistem pelacakan global (GPS), posisi BMHP diketahui berada di wilayah Seluma. Sehingga pihak Direksi RSUD dr. M. Yunus langsung mengambil langkah cepat dengan menjemput BMHP menggunakan ambulans rumah sakit.
Direktur RSUD M. Yunus, Hery Kurniawan, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bentuk respons cepat manajemen rumah sakit untuk memastikan kebutuhan pelayanan hemodialisis tetap terpenuhi.
‘’Karena proses pengiriman mengalami kendala dan belum ada respons dari pihak ekspedisi, kami berinisiatif menjemput langsung BMHP tersebut menggunakan ambulans rumah sakit,’’ sampai Hery.
Langkah gerak cepat yang dilakukan pihak RSUD M. Yunus tersebut, tidak lain untuk memastikan pelayanan Pasien Hemodialisis atau Cuci Darah dapat segera kembali berjalan normal pada hari yang sama.
Untuk diketahui, Hemodialisis atau Hemodialisa adalah prosedur medis untuk membersihkan darah dari limbah, kelebihan cairan, dan zat berbahaya ketika ginjal tidak dapat melakukannya dengan baik.
Proses hemodialisa membantu mengontrol tekanan darah dan menyeimbangkan mineral penting, seperti kalium, natrium dan kalsium dalam darah. Proses ini dilakukan dengan menggunakan mesin hemodialisis, yang bekerja menyaring darah di luar tubuh dan kemudian mengembalikannya ke dalam tubuh.
Hemodialisa atau hemodialisis adalah terapi yang digunakan untuk membersihkan darah di luar tubuh. Terapi ini biasanya dibutuhkan oleh pasien dengan gagal ginjal atau penyakit ginjal kronis, yang ginjalnya sudah tidak dapat berfungsi dengan baik
Pada tubuh manusia, ginjal memiliki peran penting dalam menyaring darah dan mengeluarkan limbah serta kelebihan cairan. Selain itu, ginjal juga memproduksi zat-zat yang penting untuk menjaga keseimbangan tubuh agar tetap sehat.
Namun, pada penderita gagal ginjal atau penyakit ginjal kronis, ginjal tidak dapat melakukan fungsi ini dengan optimal. Akibatnya, tubuh membutuhkan bantuan alat medis untuk melakukan proses cuci darah, yang dikenal dengan istilah hemodialisa.
Dengan kata lain, hemodialisa menggantikan peran ginjal yang sudah tidak mampu bekerja secara efektif lagi.(OIL/RMC)





