BencoolenTimes.com – Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan menunjukkan komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan dengan mengadopsi lima pohon asuh melalui program yang digagas KKI WARSI.
Tiga pohon asuh milik Gubernur berada di kawasan Hutan Lindung Lemo Nakai, Desa Batu Raja, Kabupaten Bengkulu Utara. Sementara dua pohon lainnya berada di Hutan Lindung Air Tenam, Kabupaten Bengkulu Selatan. Masa adopsi pohon tersebut berlaku hingga 2028–2029.
Pengurus KKI WARSI, Teguh, mengatakan program pohon asuh merupakan inisiatif WARSI yang menyediakan pohon untuk diadopsi masyarakat dengan biaya beragam, mulai dari Rp100.000 hingga Rp300.000 per pohon setiap tahun.
‘”Dana dari adopsi pohon ini kami gunakan untuk kegiatan patroli hutan dan perawatan pohon agar terhindar dari penebangan liar. Kami juga melibatkan masyarakat sekitar hutan sebagai bagian dari tim patroli,” kata Teguh, Kamis, 30 April 2026.
Menurut Teguh, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini, karena selain menjaga kelestarian hutan, program tersebut juga memberikan dampak pemberdayaan bagi warga di sekitar kawasan hutan lindung.
Ia menyebut, warga sekaligus pengelola Hutan Lindung Lemo Nakai di Bengkulu Utara sangat senang dan antusias melihat komitmen Gubernur Bengkulu dalam menjaga kelestarian hutan.
”Mereka berharap langkah Pak Gubernur ini bisa diikuti oleh jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu lainnya, sehingga semakin banyak pohon yang diadopsi dan hutan kita tetap terjaga,” sebut Teguh.
Untuk mendukung program pohon asuh ini, masyarakat juga dapat melakukan ikut serta dengan cara mendaftar di link KKI WARSI berikut: https://share.google/M450GSQ98q2TnGLIG.
Program ini dinilai menjadi salah satu upaya preventif dalam mencegah bencana alam seperti banjir bandang yang beberapa waktu terakhir yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Melalui gerakan adopsi pohon asuh, masyarakat diajak berperan aktif dalam menjaga hutan, sekaligus memastikan keberlanjutan ekosistem demi keselamatan lingkungan di masa mendatang. (JUL)






