Direktur SMK yang diwakili Koordinator Fasilitas Peningkatan Kapabilitas Jahani, menyambut baik rencana tersebut. Dirinya berharap sinergi pemerintah pusat dan provinsi semakin terjalin.
Jahani mengatakan, terdapat 106 SMK yang ada di Provinsi Bengkulu dengan jumlah siswa mencapai 30 ribu orang. Dirinya mengajak para kepala sekolah merapatkan barisan dan bekerjasama dengan industri yang ada di daerah.
Untuk itu lanjut Jahani, perlu segera melakukan transformasi, modifikasi SMK dan leadership seorang kepala sekolah serta guru yang sesuai kompetensi. Hal ini mesti disiapkan dengan baik agar lulusan SMK sudah bisa mandiri untuk berwirausaha dan siap bersaing di dunia kerja.

“Kita punya 10 bidang keahlian, 50 program keahlian, dan 146 kompetensi keahlian. Itu semua semoga menjawab kebutuhan industri, sehingga tidak ada lagi lulusan SMK yang menganggur,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu Eri Yulian Hidayat menjelaskan, Gebyar SMK merupakan kegiatan rutin di lingkungan Dikbud Bengkulu.
Melalui momentum ini, Eri Yulian berharap siswa SMK benar benar-benar siap untuk terjun ke dunia kerja dan wirausaha dengan kecakapan hidup yang telah dimiliki secara mandiri.

“Ini merupakan ajang untuk berimprovisasi, berinovasi dan menunjukkan life skill yang telah ditanamkan oleh bapak ibu guru pembimbing,” ungkapnya.
Gebyar SMK Provinsi Bengkulu Tahun 2023 dimeriahkan dengan jalan santai yang diikuti pelajar SMK dan masyarakat umum. Selain itu juga dipamerkan hasil karya pelajar SMK se-Provinsi Bengkulu dan layanan servis motor gratis oleh pelajar SMK bersama pihak bengkel resmi sepeda motor. (RLS/JRS)





