Ijazah Ditahan Sekolah Gara-gara Ini, Wali Murid Ngeluh

SMKN 4 Kota Bengkulu.

BencoolenTimes.com, – Sejumlah wali murid di SMK Negeri 4 Kota Bengkulu mengeluh karena ijazah dan Surat Keterangan Lulus (SKL) anak ditahan pihak sekolah dan jika ingin mengambil ijazah harus membayar tunggakan hingga Rp 2 juta.

Salah seorang wali murid yang tidak mau disebutkan namanya saat ditemui wartawan mengatakan, nilai donasi yang diminta pihak sekolah kepada wali murid berbeda-beda satu dengan yang lain.

“Nilainya macam-macam, beda-beda. Kalau punya anak saya sekitar  Rp 2 juta. Nah, tunggakan uang SPP itu harus dibayar dan dilunasi selama proses sekolah,” katanya kepada wartawan, Selasa (17/8/2021).

Saat siswa hendak lulus sekolah dan ingin mengambil SKL uang tunggakan tersebut harus dilunasi. Jika tidak, maka SKL siswa akan ditahan dan tidak diberikan oleh pihak sekolah.

“Saya selaku Wali murid minta tolonglah dengan sekolah agar ada solusi, apalagi tunggakan sekitar Rp 2 juta. Anak saya mau cari pekerjaan pakai surat keterangan lulus itu, apalagi sekarang ini lagi pademi Covid-19, ibu hanya seorang pekerja nyongsong jukung di Pantai dan bapak hanya kuli bangunan,” keluhnya.

Praktik ini diduga sudah berlangsung beberapa tahun lalu. Namun, baru terbongkar setelah ada orangtua yang anaknya sudah lulus memberanikan diri mengungkap ke publik.

Saat awak media mencoba mengkonfirmasi Kepala SMK 4 Negeri Kota Bengkulu, Dr. Paidi. M.TPd memastikan, semua ijazah dan SKL peserta didik yang baru saja lulus sudah dibagikan. Ia menegaskan tidak ada ijazah yang ditahan. Apabila ada wali kelas menahan ijazah diharapkan orang tua wali murid harus menemui Kepala Sekolah langsung.

“Kalau menanyakan dengan wali kelas mereka tidak mempunyai kewenangan yang kuat, harusnya murid/wali murid harus menemui saya sendiri selaku kepala sekolah, dan saya menjamin tidak ada penahanan Ijazah dan SKL,” jelasnya.

Selama ia menjadi Kepala Sekolah, sambung Paidi, tidak pernah menahan ijazah karena ini sudah instruksi undang-undang.

“Kalau ada masalah langsung menghadap saya,” tutup Paidi. (JRS)