Home Info Kota Inflasi Lebih Baik dari Rata-rata Nasional, Pengangguran Menurun, Gubernur Serahkan LKPJ ke...

Inflasi Lebih Baik dari Rata-rata Nasional, Pengangguran Menurun, Gubernur Serahkan LKPJ ke DPRD

Gubernur Bengkulu menyampaikan LKPJ

BencoolenTimes.Com, – DPRD Provinsi Bengkulu menggelar rapat paripurna Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Bengkulu Tahun 2018 ke DPRD Provinsi Bengkulu. Beberapa laporan, menunjukkan hasil terbaik yang diperoleh Provinsi Bengkulu.

Paripurna digelar di ruang Sidang Sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu, Rabu (27/3/2019). Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA mengatakan jumlah penduduk Provinsi Bengkulu pada tahun 2018 mencapai hampir 1.999.539 jiwa, meningkat 1,91 persen dari tahun 2017 yaitu sebanyak 1.962.044 jiwa. Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Sumatera, jumlah penduduk Bengkulu termasuk rendah, berada pada urutan 9 dari 10 provinsi.

“Pada tahun 2018 Badan Pusat Statistik menulis angka inflasi Provinsi Bengkulu 2017 lebih baik dari angka nasional yakni dicatat sebesar 3,56 persen, sedangkan inflasi nasional dicatat pada 3,601 persen. Keseimbangan ini berkat kestabilan harga yang terjaga sepanjang tahun,” sampainya.

Provinsi Bengkulu menjadi provinsi ke-27 baik dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Awards tahun 2018. Gubernur juga mengatakan bahwa tingkat pengangguran di Bengkulu menempati posisi ketiga sebagai pengangguran terendah tingkat nasional.

“Angka pengangguran terbuka Provinsi Bengkulu pada tahun 2018 turun sebesar 2,70 persen dari 2,81 persen. Di tahun 2017 menempati posisi ketiga pengangguran terendah secara nasional,” ungkap Rohidin.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang memberikan dukungan kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu atas semua dukungan memajukan Provinsi Bengkulu yang lebih baik.

“Terima kasih kepada DPRD atas dukungannya terhadap Pemerintah Provinsi Bengkulu. Ini keberhasilan kita bersama, yang patut disyukuri dan ditingkatkan,” ucapnya.(BW/SM)

Upaya Pemda Provinsi Bengkulu pada tahun 2018 sebagai berikut :

1. Mendorong peningkatan kapasitas kelembagaan yang meliputi :

a. Peningkatan status Kepolisian Daerah Bengkulu menjadi tipe A.

b. Peningkatan status Korem 041/Gamas Bengkulu menjadi tipe A.

c. Peningkatan alih status Institut Agama Islam Negeri menjadi Universitas Islam Negeri.

d. Peningkatan alih status STAIN Curup menjadi IAIN Curup Rejang Lebong.

e. Mendorong terbentuknya Brigade Infanteri di Padang Ulak Tanding Kabupaten Rejang Lebong.

2. Peningkatan konektivitas Provinsi Bengkulu meliputi :

a. Pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno menjadi International Airport dan telah ditandatangani pengalihan pengelolaan Bandara Fatmawati Soekarno dari UPBU Kementerian Perhubungan kepada PT Angkasa Pura.

b. Mendorong program prioritas nasional pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau sepanjang 95,8 km. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah menugaskan PT Hutama Karya untuk melaksanakan pembangunannya dan telah dilakukan penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol ruas Bengkulu-Lubuk Linggau antara PT Hutama Karya dengan badan pengatur jalan tol BPJS yang disaksikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada tanggal 15 Maret 2019.

c. Pengembangan Pelabuhan penunjang yaitu pengembangan Pelabuhan Linau Kabupaten Kaur Pelabuhan Enggano dan penetapan penggunaan Terminal khusus PT Titan Wijaya Kabupaten Bengkulu Utara untuk pelayanan umum Sesuai dengan surat keputusan Menteri Perhubungan nomor KP 570 tahun 2018.

d. Ditetapkannya pembangunan jalan Bengkulu Outer Ring Road by yang melintasi kawasan cagar alam Danau Dusun besar dengan telah ditandatanganinya perjanjian kerjasama BKS SDA dan dilaksanakan pada tahun 2018.

e. Mendorong percepatan pembangunan rel kereta api ke Bengkulu-kota Padang.

f. Dibukanya layanan transportasi massal Trans Raflesia BRT yang melayani rute Betungan-Simpang Kandis-Lapangan Golf-Pantai Panjang-Tapak Padri-Pasar Bengkulu-Pasar Pedati pergi-pulang.

g. Membuka rute penerbangan komersil baru yaitu Mukomuko ke Enggano-Padang-Palembang dan Bandar Lampung.