BencoolenTimes.com – Jadi perhatian Nasional, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) turun langsung ke Kabupaten Seluma.
Melalui Asisten Deputi Kemenko PMK, Linda Restaningrum mendatangi Rumah Orang Tua Balita yang bernama Nur Khaira Sabrina (1,8) warga Desa Sungai Petai, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma.
Diketahui, saat ini Nur Khaira Sabrina sudah menjalani perawatan di RSUD M. Yunus Bengkulu. Bukan hanya Nur Khaira Sabrina, kakaknya yang berusia 4 tahun bernama Aprillia, juga ikut dirawat karena mengalami gejala yang sama.
Diungkapkan Asisten Deputi Kemenko PMK, Linda Restaninggrum menyampaikan, bahwa rumah Orang Tua kedua Balita tersebut memang sangat tidak memenuhi unsur kesehatan. Kondisinya lembab dan sangat kotor, serta dinilai tidak layak huni atau tidak layak untuk ditempati.
‘’Kita sama lihat dan saksikan, bagaimana kondisi rumah kedua orang tua Balita tersebut. Ini sangat tidak layak, tidak memenuhi unsur hunian yang sehat,’’ sampai Linda saat mengunjungi lokasi rumah kedua Balita tersebut.

Sehingga diharapkan, Pemerintah setempat diharapkan bisa membuatkan rumah hunian yang layak bagi keluarga Nur Khaira Sabrina. Karena jika setelah pulang dari rumah sakit, masih menempati rumah tersebut, kemungkinan pasien kembali terjangkit sangat rentan.
‘’Itu jarak jamban dan sumur berdekatan, ini tidak di bolehkan. Jadi saya minta Pemkab Seluma turun untuk merehab rumah ini sesuai standar kesehatan,’’ pinta Linda.
Disampaikan Linda, mereka turun langsung ke Kabupaten Seluma, berdasarkan arahan Menko PMK, agar melihat langsung kondisi pasien dan rumah yang menjadi tempat tinggalnya.
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Seluma, Gustianto mengatakan Pemkab Seluma akan membangun rumah orang tua Nur Khaira Sabrina ini secepatnya. Karena kondisinya memang sangat memperihatinkan.
‘’Kami telah bawa langsung Baznas dan dinas terkait, mereka akan langsung survei. Kami targetkan, pasien pulang, rumah sudah selesai diperbaiki,’’ ungkap Wabup Gustianto.
Wabup Gustianto juga meminta Dinas Kesehatan untuk terus memantau kondisi kesehatan Nur Khaira Sabrina. Baik saat masih dirawat di RSMY maupun nanti setelah pulang kembali ke Desa Sungai Petai.
‘’Dinkes pantau terus pasien ini, apalagi saat pulang nanti, perhatikan perkembangannya. Hingga benar-benar pulih dan sembuh,’’ demikian Wabup Gustianto.(LRS)



