BencoolenTimes.com, – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan PMI Bengkulu Tengah mengadakan bhakti sosial pengobatan gratis dan donor darah yang dilaksanakan di Kantor Camat Pondok Kelapa Bengkulu Tengah (Benteng), Selasa (22/6/2021).

Ketua PMI Bengkulu Tengah, dr Listikarini Hilen W mengatakan, dipilihnya Kabupaten Bengkulu Tengah sebagai lokasi Bhakti Sosial ini lantaran Pondok Kelapa merupakan wilayah yang padat penduduk, sehingga diharapkan animo masyarakat yang mengikuti kegiatan ini juga tinggi sehingga target yang ditentukan bisa tercapai.
“Harapan kita banyak masyarakat yang berobat dan donor darah. Hal ini juga untuk mewujudkan bank darah, sehingga kita bisa memenuhi kebutuhan darah baik di Rumah Sakit Bengkulu Tengah, UPTD PMI Bengkulu tengah maupun rumah sakit wilayah terdekat seperti Kota Bengkulu misalnya, karena hal ini sangat membantu ketersediaan darah dan sangat membatu orang yang membutuhkan,” kata Listikarini Hilen.
Direktur RSUD Bengkulu Tengah ini menuturkan, target dalam kegiatan ini yaitu 100 kantong darah dan 150 orang yang mengikuti pengobatan gratis. Karena mengingat dimasa pandemi Covid-19 tak sedikit masyarakat yang enggan berobat di Rumah Sakit karena pandemi ini.
“Melalui kegiatan ini kita melakukan jemput bola agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik,” tutup Listikarini Hilen

Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Bengkulu, Asnawi A. Lamat mengatakan, kegiatan Bhakti Sosial ini rutin dilaksanakan PMI Provinsi Bengkulu, yang dimaksudkan selain memenuhi kebutuhan darah juga sekaligus memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat hingga ketingkat paling bawah.
“Alhamdulillah sarana prasarana sangat juga mendukung baik dari lokasi maupun Gedung. Target pengobatan dan donor darah paling tidak pengobatan 150 orang yang akan dilaksanakan secara bertahap, Insya Allah target tercapai. Kegiatan ini mendapat perhatian serius dan antusias masyarakat yang datang untuk berobat gratis. Dimasa Covid-19 kita serba salah, masyarakat kadang menahan misalnya saat kena deman, batuk, lebih baik ditahan di Rumah karena itu tadi masyarakat takut datang ke Rumah Sakit
Oleh karena itu agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan kita lakukan pendekatan dengan kegiatan ini,” beber Asnawi.
Asnawi mengungkapkan, darah merupakan kebutuhan yang utama, dan untuk saat ini PMI baru bisa memenuhi kebutuhan darah sekitar 68 persen, untuk sisanya untuk pemenuhan yakni donor dari masyarakat.
“Meskipun mobil operasional kita terus jalan, tetap belum memenuhi kebutuhan darah, apalagi masa Covid ini donor darah berkurang. Kami berharap kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dapat berjalan dengan baik dan target dapat tercapai,” ungkap Asnawi. (Bay)





