
BencoolenTimes.com – Program Karya Bakti Skala Besar (KBSB) TNI Angkatan Darat (TNI AD) di Provinsi Bengkulu menargetkan pembangunan dan rehabilitasi 721 titik infrastruktur dasar selesai dalam 60 hari kerja kerja.
Berdasarkan data Program KBSB TNI AD di Bengkulu tersebut menyasar 721 titik pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur. Sasaran terbanyak adalah rehabilitasi rumah tidak layak huni sebanyak 225 titik, disusul pembangunan sumur bor sebanyak 224 titik dan rehabilitasi sekolah sebanyak 86 titik.
Selain itu, pembangunan jembatan mencakup 62 titik dan pembangunan MCK sebanyak 61 titik. Program ini juga meliputi rehabilitasi 36 titik tempat ibadah, perbaikan 13 titik jalan, pipanisasi di 10 titik, pembangunan tiga titik pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH), serta rehabilitasi satu titik panti asuhan.
Khusus pembangunan jembatan, sebanyak 42 titik masuk dalam program GRD tahap VII dan VIII, terdiri dari 26 jembatan beton dan 16 jembatan gantung. Sementara itu, 20 titik lainnya merupakan pembangunan jembatan tambahan, yang terdiri dari 13 jembatan beton dan tujuh jembatan gantung.
Khusus pembangunan jembatan, sebanyak 42 titik masuk dalam program GRD tahap VII dan VIII. Rinciannya, 26 jembatan beton dan 16 jembatan gantung.
Selain itu, terdapat 20 titik jembatan tambahan yang terdiri dari 13 jembatan beton dan 7 jembatan gantung.
Dalam mendukung pekerjaan tersebut, sebanyak 1.026 personel gabungan dikerahkan di wilayah Bengkulu.
Komandan Satuan Tugas Karya KBSB TNI AD, Brigjen TNI Bram Pramudia, mengatakan keberhasilan program ini membutuhkan komitmen dan kerja sama seluruh pihak, termasuk DPD RI, Pemerintah Provinsi Bengkulu, Kodam, Komando Resor Militer (Korem) dan pemangku kepentingan lainnya.
”Mudah-mudahan kita bisa berkomitmen, seluruh perangkat yang ada bersama DPD RI, Pemprov, Kodam dan Danrem untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan target yang ditentukan,” kata Bram.
Ia berharap program tersebut dapat mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang dibutuhkan warga.
”Harapannya, semoga program Karya Bakti Skala Besar TNI AD ini bisa mewujudkan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Dan masyarakat betul-betul merasakan kehadiran negara,” ujarnya.
Sementara itu, Danrem 041/Garuda Emas Brigjen TNI Jatmiko Aryanto menegaskan, keberhasilan program KBSB tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan satu institusi.
Menurut dia, seluruh unsur, mulai dari TNI, pemerintah daerah, mitra strategis, masyarakat, hingga media massa, perlu berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing.
”Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua harus berkontribusi, termasuk rekan-rekan media. Terima kasih atas pemberitaan dan dukungannya. Mudah-mudahan rekan-rekan media juga terus mendukung pemberitaan yang positif agar kita semakin kompak,” ujar Jatmiko.
Ia menilai, media massa memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan program sekaligus membantu masyarakat memahami tujuan dan manfaat pembangunan yang dilakukan.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, KBSB TNI AD diharapkan tidak hanya memenuhi target pembangunan dalam 60 hari kerja, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap akses infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat Bengkulu. (JUL)





