
BencoolenTimes.com – Kecewa terhadap pengelolaan keuangan desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), warga Desa Talang Perapat, Kecamatan Seluma Barat, Kabupaten Seluma, melapor ke Polres Seluma. Warga bernama Halis Kuspita ini merasa kecewa karena diduga pengelolaan keuangan desa dan BUMDes di desa tidak transparan.
Halis mengakui, dirinya yang secara langsung melaporkan persoalan tersebut ke pihak kepolisian. Laporan tersebut sudah merupakan hasil kesepakatan bersama masyarakat, sebagai bentuk kekecewaan atas pengelolaan keuangan desa dan BUMDes yang tidak terbuka kepada masyarakat.
‘’Pengelolaan keuangan, baik dana desa maupun BUMDes, tidak ada transparansi. Jadi kami masyarakat sepakat melaporkan perkara ini ke Polres Seluma,’’ jelas Halis.
Ketidaktransparanan pengelolaan BUMDes yang bersumber dari Dana Desa (DD) tersebut, lanjut Halis, telah berlangsung cukup lama. Besaran alokasi anggaran BUMDes tidak pernah disampaikan kepada masyarakat.
Selain itu, kepengurusan BUMDes hingga kini masih dijalankan oleh pengurus lama, meskipun kepengurusan baru telah terbentuk dan ditetapkan. Serta, serah terima jabatan dari pengurus lama ke pengurus baru belum juga dilakukan.
‘’Dana yang dikelola ini adalah uang negara, sehingga masyarakat wajib mengetahuinya. Jangankan menyampaikan laporan keuangan, kepengurusan saja masih yang lama, padahal sudah ada pengurus baru,’’ lanjut Halis.
Tak hanya pengelolaan BUMDes, Halis juga menyampaikan bahwa masyarakat turut melaporkan anggaran pembangunan lapangan voli yang dinilai tidak masuk akal jika dibandingkan dengan hasil pembangunan di lapangan.
Diketahui, anggaran pembangunan lapangan voli tersebut bersumber dari DD Tahun Anggaran (TA) 2024 yang mencapai Rp 140 juta. ‘’Anggaran pembangunan lapangan voli ini juga kami laporkan karena menurut kami tidak sebanding dengan hasil pembangunannya,’’ tegas Halis.
Sementara itu, Kepala Desa Talang Perapat, Sukman, belum dapat dikonfirmasi untuk dimintai tanggapan terkait laporan masyarakat tersebut. Hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban meski telah dihubungi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp.(LRS)





