Home Info Daerah Seluma Keluhkan Kondisi Jalan, Kades Ajak Pemkab Beraudiensi ke DPD RI dan Presiden

Keluhkan Kondisi Jalan, Kades Ajak Pemkab Beraudiensi ke DPD RI dan Presiden

Keluhkan Kondisi Jalan
KONDISI: Beginilah kondisi jalan yang menghubungkan Desa Sinar Pagi, Desa Talang Empat dan Desa Lubuk Resam pada Kecamatan Seluma Utara.

BencoolenTimes.com – Keluhkan kondisi jalan, Kepala Desa Sinar Pagi, Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma, Riki, mengajak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma untuk mencarikan solusi.

Diketahui, dari waktu ke waktu kondisi akses jalan kabupaten yang menghubungkan antara Desa Sinar Pagi, Desa Talang Empat dan Desa Lubuk Resam, Kecamatan Seluma Utara tak kunjung mendapatkan solusi dari Pemkab Seluma maupun Pemprov Bengkulu.

Riki menyebut, sampai saat ini memang belum ada solusi dari Pemkab Seluma maupun Penprov Bengkulu, khususnya karena persoalan anggaran untuk pembangunan dan peningkatan akses jalan ketiga desa tersebut.

‘’Harapan kami selaku kades, tentu harus ada solusi dari pemkab maupun pemprov. Bila perlu kita sama-sama berupaya bisa audiensi ke Ketua DPD RI sekaligus ke bapak presiden RI,’’ sampai Riki.

Riki mengakui, selama ini memang anggaran daerah yang belum memadai selalu menjadi alasan. ‘’Bila perlu ajak kami (kepala desa) dan masyarakat untuk mengusulkan langsung ke kementrian ataupun ke DPD serta DPR  RI sekaligus,’’ sebut Riki.

Riki berkeyakinan, jika keluhan tersebut sampai ke DPD dan DPR RI, serta kementerian terkait, kemungkinan akan ada simpati dari pusat dan membuat Kabupaten Seluma bisa mendapatkan kucuran anggaran, khususnya untuk peningkatan dan pembangunan jalan penghubung antara desa, di desa mereka.

‘’Nantilah sampai di Hotmik, kalau setidaknya mendapatkan pengerasan saja, itu sudah sangat membantu untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di tiga desa ini,’’ ungkap Riki.

Terlebih saat ini, lanjut Riki, kondisi jalan sudah sangat parah dan sulit diakses kendaraan biasa. Ditambah sudah masuk musim penghujan yang membuat jalan semakin parah dan berlumpur, yang membuat akses keluar masuk sembako ke dalam desa harus menggunakan kendaraan khusus atau dobel garden.

‘’Akses ke desa kami saat ini memang dengan kendaraan khusus dan kondisi mempengaruhi harga kebutuhan pokok, karena akan lebih mahal di desa kami,’’ imbuh Riki.

Sementara itu, warga Desa Talang Empat, Rosdi mengungkapkan bahwa kondisi jalan tersebut sudah berlangsung puluhan tahun tanpa perbaikan berarti.

Padahal, jalur itu merupakan akses utama masyarakat antar desa, termasuk menuju pusat kegiatan warga seperti pasar hingga lalu-lintas penghubung desa. ‘’Kalau bisa tolonglah, jalan ini dibangun, karena ini jalan perbatasan Talang Empat-Lubuk Resam,’’ pinta Rosdi.

Jalan rusak dan berlumpur ini kerap menghambat aktivitas masyarakat, terutama saat musim hujan. Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan agar akses transportasi lebih lancar dan aman.

‘’Kami berharap pemerintah bisa melakukan pemerataan pembangunan karena kami ini bagian dari negara indonesia,’’ imbuh Rosdi mengungkapkan keluh kesahnya.(LRS)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version