
BencoolenTimes.com – Kepala SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu, Sutanpri, bersama timnya berhasil terpilih untuk mewakili Indonesia dalam forum penguatan transisi energi terbarukan di Brazil.
Kepala SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu telah mengikuti seleksi ketat sehingga tim sekolah ini dipilih untuk menghadiri ajang internasional tersebut.
‘’Alhamdulillah, setelah melalui tahapan seleksi, saya diundang untuk berbagi praktik baik dalam bidang Energi Terbarukan,’’ kata Sutanpri pada Senin, 7 April 2025.

Sutanpri mengungkapkan, dirinya bersama tim akan berangkat ke Brazil pada tanggal 10 hingga 20 April 2025 untuk mewakili Indonesia dalam rangka penguatan transisi energi terbarukan.
‘’Insya Allah, saya akan berangkat ke Brasil pada tanggal 10 hingga 20 April untuk mewakili Indonesia dalam forum penguatan transisi energi terbarukan,’’ ungkap Sutanpri.
Sebelum keberangkatannya, tim SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu akan dilepas oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Republik Indonesia dari Kantor Kementerian Pendidikan Jakarta.
‘’Saat ini saya sedang berada di Jakarta. Kemarin, saya menghadiri open house dengan Menteri Dikdasmen RI di rumah dinas beliau. Besok, tanggal 8, beliau akan menyuruh saya untuk hadir di Kantor Kementerian Dikdasmen RI untuk proses pelepasan,’’ tambah Sutanpri.
Sutanpri menjelaskan, SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu telah memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk satu laboratorium di sekolah, yang sudah berjalan hampir empat tahun lamanya.
‘’Kami sudah menggunakan PLTS untuk memenuhi kebutuhan listrik di laboratorium dan insya Allah tahun ini akan dibuka kelas Energi Mandiri di SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu,’’ jelas Sutanpri.
SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu menjadi sekolah pertama yang menggunakan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Tujuan penggunaan energi bersih tersebut adalah untuk mendorong dan menjadi contoh bagi sekolah serta instansi lainnya di Bengkulu agar beralih ke PLTS, guna menjaga kelestarian lingkungan.
PLTS yang dipasang di atap sekolah, berupa panel surya, mampu menghasilkan 13 ribu watt listrik yang dapat memenuhi 50 persen kebutuhan listrik sekolah.(JUL)

