
BencoolenTimes.com – Keributan Pengunjung Cafe BR di lingkungan Hotel Mercure kawasan Jalan S. Parman, Padang Jati, Kota Bengkulu, yang terjadi pada Rabu Dini Hari, 20 Mei 2026, akhirnya berujung dengan saling lapor.
Keributan pengunjung Cafe BR, salah satu pria sebelumnya bernama Tegar Wicaksono yang beralamat di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara melaporkan dugaan pengeroyokan ke Polsek Ratu Samban.
Dalam laporan disebutkan, salah satu rekan terlapor diduga memukul kepala korban menggunakan gelas hingga korban terjatuh. Setelah itu, keributan meluas melibatkan rombongan korban dan pihak terlapor.
Laporan polisi terkait dugaan pengeroyokan itu tercatat dengan nomor: LP/B/23/V/2026/SPKT.POLSEK RATU SAMBAN/POLRESTA BENGKULU/POLDA BENGKULU tanggal 20 Mei 2026.
Belakangan diketahui, kelompok pengunjung yang dilaporkan ke Polsek Ratu Samban, juga membuat laporan ke Polresta Bengkulu. Karena mereka merasa menjadi korban pengeroyokan dan harus menjalani perawatan medis pasca kejadian keributan di Cafe BR.
Laporan tersebut sudah masuk ke Satreskrim Polresta Bengkulu dengan nomor laporan polisi LP/B-266/V/2026/SPKT/SAT RESKRIM/POLRESTA BENGKULU/POLDA BENGKULU.
Para pelapor atau korban diketahui bernama Andrianto (41), Suwandi (45) dan Yuendy Chrysma (30). Ketiganya diduga menjadi sasaran pengeroyokan usai terlibat cekcok dengan terlapor di dalam area cafe.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, awalnya korban dan terlapor bertemu di lokasi hiburan tersebut. Saat itulah sempat terjadi pemukulan diduga menggunakan botol dan gelas.
Bahkan diduga, salah satu teman korban yang berada di belakang meja juga didatangi pelaku dan diancam menggunakan senjata tajam jenis pisau. Situasi semakin kacau ketika terlapor bersama sekitar empat orang rekannya secara bersama-sama melakukan pemukulan terhadap para korban.
Akibat kejadian itu, Andrianto mengalami bengkak di kepala, bibir pecah bagian atas dan bawah serta memar di dada kiri dan Yuendy mengalami luka sobek di bagian kening, bibir pecah dan sakit di sekujur tubuh.
Sedangkan Suwandi mengalami luka memar di tubuh serta luka pada mata sebelah kanan. Saat ini Satreskrim Polresta Bengkulu masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus dugaan pengeroyokan yang dilaporkan para korban tersebut.
Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Rahmad Hidayat yang dikonfirmasi menegaskan akan menindaklanjuti laporan tersebut. ‘’Tim Satreskrim sudah melakukan olah TKP dan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini,’’ kata Kapolresta.
Kapolresta juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi dan menghindari tindakan kekerasan, terlebih dengan membawa senjata tajam di tempat umum. ‘’Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban ditempat umum,’’ imbuh Kapolresta.(OIL)





