Home Pemprov Bengkulu Korban Kebakaran di Pegantungan Terima Bantuan Motor dan Mesin Jahit

Korban Kebakaran di Pegantungan Terima Bantuan Motor dan Mesin Jahit

Korban Kebakaran di Pegantungan
Keterangan: Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyerahkan bantuan satu unit sepada motor dan dua mesin jahit

BencoolenTimes.com – Korban kebakaran di Kelurahan Pegantungan, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu.

Para korban mendapat bantuan diantaranya, Dua mesin jahit baru dari Baznas Provinsi Bengkulu diterima oleh Juliani dan Ermawati. Satu unit sepada motor diterima Taslim Handika dari Bank Bengkulu yang serah langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan didampingi Wakil Gubernur Bengkulu, Mian.

Penyerahan juga langsung disaksikan oleh Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, Direktur Utama Bank Bengkulu Iswahyudi, Ketua Baznas Provinsi Bengkulu Yulkamra, serta sejumlah pihak terkait lainnya di Balai Raya Semarak, Senin, 21 September 2026.

Gubernur Helmi menegaskan, bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meringankan beban korban kebakaran, tetapi juga sebagai bentuk pemberdayaan agar masyarakat dapat kembali mandiri secara ekonomi.

”Kita ingin bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat dan produktif. Dengan sepeda motor maupun mesin jahit ini, penerima dapat kembali bekerja, berusaha, dan memenuhi kebutuhan keluarganya,” kata Helmi Hasan.

Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian sosial perlu terus diperkuat, khususnya dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana maupun musibah lainnya.

Helmi mengungkapkan akan terus mendorong berbagai program yang berpihak kepada masyarakat, termasuk melalui optimalisasi pemanfaatan zakat untuk membantu mustahik agar semakin berdaya dan sejahtera.

Penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh haru. Para penerima menyampaikan rasa syukur dan berharap bantuan tersebut dapat menjadi titik awal untuk kembali bangkit setelah musibah kebakaran yang mereka alami.

Salah seorang penerima mesin jahit, Juliani, mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi dirinya. Sebagai seorang janda yang harus menghidupi dua orang anak, mesin jahit menjadi modal penting untuk mempertahankan usaha yang selama ini menjadi sumber penghasilannya.

”Saya menjahit sudah sembilan tahun. Sehari-hari saya menerima orderan jahitan seragam sekolah. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan bisa lebih maksimal,” ungkap Juliani. (JUL)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version