Home Info Daerah Lebong Lebong Dilanda Banjir, Terparah Sejak 25 Tahun Belakangan

Lebong Dilanda Banjir, Terparah Sejak 25 Tahun Belakangan

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Lebong, Selasa (16/4) diperkirakan menjadi yang terparah sejak 25 tahun belakangan.

BencoolenTimes.com – Hujan deras yang mengguyur hamir di seluruh wilayah Kabupaten Lebong, sejak Selasa (16/4) pagi, menimbulkan dampak yang sangat besar bagi masyarakat di Kabupaten Lebong. Kondisi cuaca yang ekstrim menimbulkan sejumlah bencana alam, mulai dari Banjir Bandang, Tanah Longsor, hingga dan pohon tumbang di berbagai wilayah kecamatan dalam Kabupaten Lebong.

Dari data berbagai sumber, tercatat ada 8 wilayah kecamatan yang ikut terkena dampak dari bencana alam tersebut. Mulai dari wilayah Kecamatan Topos, Rimbo Pengadang, Lebong Selatan, Bingin Kuning, Lebong Sakti, Uram Jaya, Amen hingga Kecamatan Lebong Utara. Bahkan bencana banjir yang melanda khususnya di Kecamatan Topos, menjadi yang terparah sejak 25 tahun belakangan.

Dampak dari banjir dan longsor tersebut, diantaranya ratusan rumah terendam dan ribuan masyarakat terdampak, bahkan sudah banyak yang harus dievakuasi atau mengungsi ke tempat yang lebih aman. Meskipun belum ada catatan korban jiwa manusia, namun sejumlah rumah hanyut terbawa banjir, jembatan gantung putus, bangunan fasiltas umum terancam, jalan rusak hingga sawah milik warga terendam dan rusak karena banjir.

Sejak pagi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong, personil TNI dan Polri di Kabupaten Lebong bahu membahu melakukan upaya evakuasi. Evakuasi dilakukan bersama Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa/kelurahan masing-masing wilayah yang dilanda bencana banjir maupun longsor.

Camat Topos, Zerly Lawdy, SH yang wilayahnya diketahui perdama terkena dampak banjir mengaku, kondisi tersebut disebabkan curah hujan tinggi di wilayah mereka. Sehingga berdampak pada meluapnya aliran air Sungai Ketahun secara tiba-tiba dengan debit air yang sangat besar.

‘’Luapan aliran Sungai Ketahun mengakibatkan debit air meningkat secara mendadak dan mengakibatkan banjir bandang mulai pukul 05.30 WIB. Kalau di wilayah kita (Kecamatan Topos), diperkirakan ratusan rumah sudah terendam banjir dengan ketinggian hingga 1,5 meter,’’ sampai Zerly.

Ditambahkan Zerly, dari catatan sejarah masyarakat Kecamatan Topos, banjir bandang yang terjadi sejak Selasa (16/4) pagi, menjadi yang terparah sejak 25 tahun belakangan. ‘’Selain ketinggian air yang merendam pemukiman hingga 1,5 meter, jumlah rumah warga yang terdampak juga terbanyak sejak 25 tahun belakangan,’’ tambah Zerly.

Sementara itu, Kapolres Lebong, AKBP Awilzan, SIK melalui PS Kasubsi PDIM Humas, Aipda Syaiful Anwar menyebut, personil mereka sudah diturunkan ke lapangan untuk membantu melakukan evakuasi warga yang terkena dampak banjir. Dari data yang dihimpun hingga Selasa (16/4) malam, sudah ada beberapa wilayah kecamatan terdampak.

‘’Personil Polres Lebong dan Polsek jajaran sudah diturunkan membantu warga di wilayah masing-masing yang terdampak bencana alam. Kita bersama Pemkab RL, Polres dan Kodim, serta pihak lainnya sudah mulai melakukan pendirian posko disejumlah titik untuk membantu penanganan dampak banjir,’’ singkat Syaiful.(OIL)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version