Bencoolentimes.com,– Guna mencegah penyakit masyarakat (Pekat) menjelang bulan suci Ramadhan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Kabupaten Seluma menerjunkan satu pleton Dalmas untuk melakukan pembongkaran Warung Remang-remang (Warem) di Kecamatan Semidang Alas, Jumat, (25/03/2022).
Pembongkaran Warem ini dilakukan di dua titik lokasi, titik pertama pembongkaran yaitu di desa Talang Durian sebanyak tiga Warem, dan titik kedua ada satu Warem dibongkar di desa Air Melancar kedua desa tersebut terletak di Kecamatan Semidang Alas Kabupaten Seluma.
Pembongkaran ini dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP dan Damkar Rijono, didampingi langsung oleh Kasat Sabhara Polres Seluma Iptu. Suwarjo, Kapolsek Semindang Alas Iptu. Suprapto, Kapolsek Semindang Alas Maras Iptu. Sirait, Babinsa setempat serta pihak kecamatan Semidang Alas.
Kepala Bidang Penegak Perda Karma Tirani dalam sampaiannya kegiatan pembongkaran ini didasari oleh keresahan dan laporan masyarakat kepada pihak Satpol PP Kabupaten Seluma.
Selain itu, pemerintah sudah mengirimkan Surat Peringatan (SP) kepada pemilik Warem berupa SP. 1, SP. 2 dan SP. 3.
Namun, hal itu tidak diindahkan oleh pemilik warem. Tidak hanya itu pihaknya juga sudah melakukan pendekatan humanis kepada pemilik warung setelah dilayangkan SP. 3
disampaikan, yakni merealisasikan permintaan pemilik warem untuk menunda pembongkaran selama satu bulan, itupun kami maklumi.

“Awalnya ini adalah laporan dari masyarakat kepada kami, selanjutnya kami sudah memberikan SP-1, 2 dan 3 sudah layangkan untuk melakukan pembongkaran sendiri setelah itu kami melakukan pendekatan persuasif dan mereka meminta waktu selama satu bulan, tetapi setelah satu bulan warem masih beroperasi, maka pihak kami terpaksa melakukan pembongkaran,” sampai Etem.
Disisi lain, Kesal dengan beroperasinya Warem di daerah mereka, ibu-ibu yang tinggal dekat dengan lokasi, membakar sisa material pembongkaran.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pembongkaran yang dilakukan oleh Satpol PP agar kedepannya tidak ada lagi Warem di daerah tersebut.
“Warem ini dinilai sangat meresahkan masyarakat karena berdasarkan informasi yang diterima bahwa sering terjadinya penjemputan suami oleh istri di warem tersebut serta terjadi keributan rumah tangga di lokasi tersebut,” pungkasnya. (Jef / Adv)

