BencoolenTimes.com – Merespon musibah keracunan pelajar Sekolah Dasar (SD) setelah mengkonsumsi santapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu pagi, 27 Agustus 2025, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan menyampaikan rasa duka dan keprihatinan.
Saat ini, para siswa telah mendapat penanganan medis berupa cairan, antibiotik, serta obat-obatan lainnya. Gubernur Helmi Hasan meminta pihak berwenang segera melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
‘’Setelah ada laporan resmi, hasilnya akan kita sampaikan ke pemerintah pusat untuk menjadi bahan pertimbangan dan keputusan lebih lanjut,’’ jelas Gubernur Helmi Hasan, Rabu, 27 Agustus 2025.
Gubernur Helmi Hasan menegaskan, peristiwa serupa seharusnya tidak terjadi bila semua prosedur dijalankan dengan benar. ‘’Ini menjadi pembelajaran penting bagi kita semua,’’ sebut Gubernur Helmi Hasan.
Kepada keluarga korban, Gubernur Helmi Hasan berpesan agar tetap sabar menghadapi ujian ini. Pihak rumah sakit dan tenaga medis juga diminta memberikan pelayanan maksimal dalam perawatan para siswa.
Seluruh armada ambulan gratis juga saya minta siaga untuk membackup jika diperlukan,’’ sambung Gubernur Helmi Hasan.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Gubernut Helmi Hasan menugaskan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkup Pemprov Bengkulu untuk turun langsung ke Kabupaten Lebong guna melakukan pendampingan dan penanganan.
Selain itu, Gubernur Helmi Hasan melanjutkan, seluruh masyarakat Bengkulu diharapkan bisa mendoakan kesembuhan para siswa.
‘’Semoga anak-anak kita segera pulih dan kembali bersekolah. Mari kita jadikan ini pelajaran bersama agar program makanan bergizi gratis benar-benar dijalankan sesuai prosedur,’’ imbuh Gubernur Helmi Hasan.
Sementara itu, keterangan Dokter Spealis Anak RSUD Lebong, dr. Arya Wisnu menyampaikan, hingga pukul 16.00 WIB, ada 237 pasien yang mendatangi RSUD Lebong dengan keluhan sering muntah.
‘’Rata-rata keluhan muntah dan lebih dari 8 kali, serta datang dengan kondisi dehidrasi ringan dan sedang. Tata laksana awal sudah kita laksanakan semua,’’ ujar dr. Arya.
Menurutnya, 237 pasien anak itu dengan kondisi gejala ringan dan sedang, belum ada yang menujukkan gejala berat. ‘’Dengan gejala ringan dan sedang ini kita akan evaluasi 1×24 jam,’’ sebut dr. Arya.
‘’Adapun beberapa pasien mulai mengeluhkan diare. Jadi, awalnya muntah dan dilanjutkan fase diare, itu juga sudah tertangani,’’ sambung dr. Arya.
Di sisi lain, dr. Arya menyampaikan ucapan terima kasih kepada tenaga kesehatan yang sudah berjibaku menangani ratusan pasien tersebut.
‘’Untuk seluruh dokter di RSUD maupun dokter internship juga turut membantu dan Saya juga terima kasih kepada rumah sakit, karena penyediaan obatnya tidak gampang. Tapi, semuanya tertangani dengan baik,’’ demikian dr. Arya.(OIL)



