Home Hukum Minimnya “Jejak” Pelaku Penembakan Adik Bupati Kaur, CCTV Juga Tak Ada

Minimnya “Jejak” Pelaku Penembakan Adik Bupati Kaur, CCTV Juga Tak Ada

BencoolenTimes.com, – Upaya pengungkapan pelaku penembakan terhadap Adik Bupati Kaur Lismidianto yakni Rahiman Dani mantan Anggota DPRD Provinsi Bengkulu sekaligus orang yang digadang sebagai calon DPD RI Dapil Bengkulu nampaknya bakal membutuhkan waktu panjang.

Pasalnya, tak banyak petunjuk yang dapat digali dari Tempat Kejadian Perkata (TKP) di Jalan Kinal Baru RT 19 RW 1 Kelurahan Pematang Gubernur Kota Bengkulu.

Hal ini dikuatkan dengan keterangan Keamanan RT 19 Kelurahan Pematang Gubernur, Bambang Hermanto yang menuturkan bahwa, di sekitaran lokasi kejadian tidak ada CCTV, selain itu, tidak ada yang melihat insiden penembakan terhadap korban.

“CCTV tidak ada di lokasi kejadian, ada CCTV tapi tidak sampai ke lokasi persis penembakan, jaraknya jauh,” kata Bambang saat ditemui, Senin (6/2/2023).

Bambang Hermanto menyebut dalam hal ini nampaknya hanya korban yang mengetahui ciri-ciri pelaku maupun kendaraan yang dipakai pelaku untuk beraksi. Bahkan di lokasi kejadian, informasi yang ia dapat hanya 1 orang yang mendengar suara keras seperti tembakan dan warga tersebut pun tidak melihatnya, hanya mendengar dari dalam rumah.

“Ada warga yang tinggal dekat lokasi, paling jarak 7 meter lah, karena cuma terhalang tembok itu juga tidak mendengar suara kayak letusan tembakan, tapi kabarnya yang rumahnya pas di dekat lokasi itu ada dengar, hanya itulah,” ungkap Bambang.

Sementara itu, Yunus Irawan, Ketua RT 19 Kelurahan Pematang Gubernur mengatakan, di sekitar lingkungan RT 19 belum ada warga yang memasang CCTV. Saat kejadian, tak ada warga yang turut menyaksikan.

Ia mengaku sudah memberikan keterangan resmi kepada pihak Kepolisian. Meski sebelumnya sempat tak memenuhi panggilan karena merasa tidak punya keterkaitan dengan kejadian. Dirinya mengaku tak segera membuat laporan pasca peristiwa karena ia tidak mengerti harus melakukan apa mengingat kejadian itu baru kali ini ia rasakan.

“Saya juga tahu setelah ada yang memberi tahu dan setelah ada wartawan yang datang mau minta konfirmasi,” katanya.

Yunus menuturkan telah mendatangi Polresta Bengkulu untuk memberikan keterangan. Sekitar 25   pertanyaan yang harus ia jawab terkait peristiwa pada Jumat, 3 Februari 2023 itu yakni mengenai keseharian korban. Selain dirinya, pihak Kepolisian juga telah meminta keterangan dua saksi lain. Di antaranya warga yang tinggal di depan TKP dan seorang pimpinan media.

“Pengurus RT juga diminta untuk mencari informasi keberadaan warga yang ngekos yang keluar/pindah dalam kurun beberapa hari. Tapi sudah kami telusuri, tidak ada warga yang keluar beberapa hari sebelum kejadian itu. Hasil ini nanti akan kami sampaikan,” terang Yunus.

Yunus mengaku sebelum kejadian sempat bertemu Rahiman Dani, Bahkan Yunus sempat menawarkan tumpangan motor kepada Rahiman Dani. “Tapi dia tak mau. Katanya jalan kaki saja. Memang biasanya begitu,” ucap Yunus.

Diketahui, dalam insiden penembakan tersebut Rahiman Dani mengalami luka tembak dibagian badan sebelah kiri hingga tembus ke lengan kiri. Rahiman Dani kemudian menjalani operasi di RS. Rafflessia. Pasca operasi Rahiman Dani dipindahkan perawatannya di RS. Bhayangkara dan saat ini sudah pulang ke Rumahnya yang tak jauh dari TKP penembakan.

Informasi berhasil dihimpun, dugaan penembakan tersebut berawal dari korban yang akan berangkat salat jumat, korban berjalan kaki dari rumahnya untuk menuju masjid yang tak jauh dari rumah.

Sebelum tiba di masjid, tepatnya di TKP Jalan Gang Kinal Baru RT 19 RW 1 Kelurahan Pematang Gubernur, ada dua orang berboncengan menggunakan motor berpapasan dengan korban. Dua orang itu putar balik yang kemudian menembak korban.

Hingga kini motif dari penembakan tersebut belum diketahui karena pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. (Bay)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version