
BencoolenTimes.com – PB (Pengurus Besar) PMII (Pergerakan Mahasiswa Uslam Indonesia) desak Menteri BUMN bertindak cepat atasi kelangkaan BB di Provinsi Bengkulu.
Ini disampaikan Bendahara Umum (Bendum) PB PMII, Lubis, SH, MH yang merupakan putra asli Bengkulu. Lubis mendesak Menteri BUMN Erick Thohir untuk segera bertindak cepat dan tegas menyelesaikan persoalan yang ada di Bengkulu saat ini.
‘’Kondisi ini sudah darurat. Antrean panjang di SPBU dan harga BBM yang meningkat Drastis per liter jelas menyiksa rakyat kecil. Kami mendesak Menteri BUMN turun langsung menangani masalah ini,’’ tegas Lubis, Minggu, 25 Mei 2025.
Lubis mengingatkan bahwa krisis BBM ini jangan sampai merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Menurutnya, langkah lamban dari kementerian terkait khususnya Kementerian BUMN dapat menimbulkan persepsi negatif seolah-olah negara abai terhadap penderitaan rakyat.
‘’Pemerintahan Prabowo Subianto sedang dalam tahap awal membangun harapan rakyat dan jangan sampai justru dirusak oleh kelalaian para pembantunya dalam kabinet. Rakyat menanti kehadiran negara, bukan alasan teknis,’’ tegas Lubis.
Sebelumnya, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, juga telah bersurat resmi ke Menteri BUMN dan Direksi Pertamina untuk meminta tambahan kuota BBM. Ia menyoroti ketimpangan distribusi antara Bengkulu dan provinsi tetangga seperti Lampung dan Sumsel yang justru tidak mengalami kelangkaan.
Lubis juga menyinggung pentingnya pembenahan sistem distribusi dan pengawasan BBM, termasuk penerapan teknologi seperti barcode untuk mencegah penyelewengan dan memastikan BBM bersubsidi tepat sasaran.
‘’Negara harus hadir, jangan biarkan masyarakat Bengkulu merasa dianaktirikan. Saya, sebagai putra daerah, akan terus menyuarakan aspirasi rakyat agar pemerintah bertindak cepat dan adil,’’ tutup Lubis.(JUL)





