
BencoolenTimes.com – Seorang pedagang di kawasan wisata Pantai Panjang, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Suhartini menyampaikan klarifikasi terkait insiden pengusiran terhadap wisatawan yang sempat viral di media sosial.
Suhartini mengaku khilaf dan tersulut emosi hingga mengusir pengunjung yang tengah duduk di pondok tempatnya berjualan. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.
‘’Saya, Suhartini, meminta maaf atas kesalahan yang terjadi. Terkait sewa satu juta itu, saya bukan meminta sewa, tetapi menyampaikan bahwa modal pembuatan pondok ini belum cukup satu juta,’’ ujar Suhartini.
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 20 November 2025. Menurutnya, ketegangan muncul karena dirinya terpancing emosi oleh pengunjung hingga berujung pada tindakan pengusiran.
Suhartini berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Ia juga menyatakan siap menerima sanksi apabila kembali melakukan tindakan serupa di kemudian hari.
‘’Ke depan saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan ini. Jika terulang, saya siap tidak diperbolehkan lagi berjualan,’’ katanya.
Sementara itu, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menyayangkan insiden tersebut kembali terjadi, meski Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu telah berulang kali mengimbau pedagang agar tidak memberatkan wisatawan.
‘’Terjadi lagi dan lagi. Saya sudah berkali-kali menyampaikan kepada para pedagang agar tidak meminta sewa mahal kepada pengunjung dan tidak memaksa untuk belanja,’’ kata Dedy Wahyudi.
Dedy Wahyudi juga mengungkapkan Pemkot Bengkulu telah menyiapkan solusi jangka panjang untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan di Pantai Panjang. Tahun ini, pemerintah berencana membangun sekitar 20 gazebo yang dapat digunakan secara gratis oleh pengunjung.
‘’Kita siapkan kurang lebih 20 gazebo yang layak dan bagus. Pengunjung bisa duduk di sana secara gratis,’’ ungkap Dedy Wahyudi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin mengimbau seluruh pedagang di kawasan wisata agar menjaga etika dan memberikan pelayanan yang baik kepada pengunjung.
‘’Ini untuk para pedagang di tempat wisata. Mari kita perhatikan bagaimana membuat pengunjung mau datang kembali dengan memberikan pelayanan yang baik,’’ ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kejadian serupa diharapkan tidak kembali terulang karena pada akhirnya akan merugikan pedagang sendiri dan citra pariwisata Kota Bengkulu.
‘’Kalau kita berbuat baik, kebaikannya akan kita rasakan bersama. Dengan banyaknya pengunjung yang datang, dampaknya juga akan dirasakan oleh pedagang,’’ tegas Nina.(JUL)





