BencoolenTimes.com – Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu dilanda bencana alam banjir dan longsor, Selasa (16/4) lalu. Bencana alam banjir dan longsor tersebut, terjadi akibat tingginya curah hujan di hulu Sungai Ketahun hingga membuat Sungai Ketahun meluap.
Akibat bencana alam tersebut, setidaknya 8 wilayah kecamatan di Kabupaten Lebong terkena dampak. Mulai dari Kecamatan Topos, Rimbo Pengadang, Lebong Selatan, Bingin Kuning, Lebong Sakti, Amen, Lebong Utara hingga Kecamatan Uram Jaya.
Banjir ini merupakan banjir terparah yang melanda Kabupaten Lebong dalam kurun waktu 25 tahun terakhir. Banjir tersebut telah menghancurkan setidaknya 195 rumah dengan 2.712 warga yang mengungsi karena terdampak banjir. Tidak hanya itu saja, Banjir yang melanda 8 kecamatan ini telah membuat 7 jembatan rusak dan menghancurkan berbagai infrastruktur lainnya.
Bencana banjir dan longsor, juga merusak beberapa jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan desa, jalan usaha tani, maupun berbagai fasilitas umum lainnya. Banyaknya korban terdampak peristiwa banjir tersebut menyentuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Pegadaian CP Curup, sehingga turut ambil bagian untuk membantu para korban.
Pemimpin Cabang Pegadaian CP Curup, RM. Farhan mengatakan, saat ini pegadaian telah memberikan bantuan dengan total sebesar Rp 10 juta untuk warga terdampak banjir di Kabupaten Lebong. Bantuan diterima langsung oleh PIC Posko bantuan, yaitu Nani Situmeang sebagai perwakilan warga.
‘’Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk bahan pangan yang berupa sembako. Meliputi mie instan, beras, air bersih, susu, minyak dan berbagai kebutuhan pangan lainnya,’’ sampai Farhan.
Farhan melanjutkan, bantuan ini merupakan bagian dari wujud kepedulian PT Pegadaian terhadap warga yang terbalut dalam Program Pegadaian Peduli. ‘’Kita berharap dengan bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban bagi warga yang terdampak banjir,’’ imbuh Farhan.(JUL)






