BencoolenTimes.com, – Tokoh Bengkulu H. Harmen Kamarsyah menyatakan bahwa, pejabat ditingkat Pusat yang berasal dari Bengkulu harus mampu mengegolkan program daerah agar problem yang ada di daerah dapat teratasi.
“Tugas pejabat tinggi di Pusat dari Bengkulu adalah memperjuangkan aspirasi daerah ditingkat pusat. Apakah itu Kementerian, apakah itu ditingkat legislatif itu cakupannya luas,” kata Harmen, Sabtu (31/12/2022).
Harmen menyebutkan, pejabat ditingkat pusat yang berasal dari Bengkulu harus mampu menempuh jalan tikus, dalam artian lobi secara garansi personal agar bisa mengegolkan aspirasi daerah.
“Sekarang bermunculan wajah-wajah baru calon DPD, ini menandakan DPD diminati. Diharapkan, yang lolos itu nanti punya garansi nasional. Kalau melihat sekarang, yang duduk di Wakil Ketua adalah Sultan Bachtiar Najamuddin, kita syukuri Bengkulu mempunyai sosok yang menduduki jabatan di lembaga tinggi negara,” ungkap Harmen.
Harmen menuturkan, dengan adanya Sultan Bachtiar Najamuddin di lembaga tinggi negara, masih perlu didorong, dalam artian anggota DPD RI lain dari Bengkulu yang mendorong untuk lobi-lobi dalam hal mengegolkan aspirasi daerah.
“Kalau ada dorongan dari Anggota DPD yang lain, maka akan maksimal. Kesimpulannya, untuk sekarang belum begitu maksimal DPD-DPD dari Bengkulu,” tutur Harmen.
Harmen menyampaikan bahwa, beberapa waktu lalu, Sultan membawa beberapa investor ke Pulau Enggano. Namun eksekusinya sampai sekarang belum berjalan, sayangnya, sambung Harmen, Gubernur Bengkulu waktu itu tidak hadir, yang hadir Wakil Gubernur.
“Pak Gub momen-momen seperti itu harus lebih meyakinkan. Maksud saya, dengan adanya calon-calon baru menjelang Pileg, kita menggantungkan harapan, mereka bisa tampil, mempunyai gagasan, idenya ada. Ada penilaian dari beberapa tokoh bahwa, DPD kita saat ini belum sampai maksimal gregetnya untuk memperjuangkan aspirasi daerah, karena saya melihat banyak sekali momen-momen yang tertinggal,” beber Harmen.
Menurut Harmen, pejabat di Bengkulu baik di Pusat maupun di Daerah harus memanfaatkan momen ketika ada kunjungan-kunjungan sumbu kekuasaan, seperti Presiden Jokowi ataupun Megawati, Puan Maharani.
“Nah ini belum dimanfaatkan, jadi harus ada jaringan, kekuatannya ada keluarga Fatmawati, ini lebih enak sekali untuk mencantol kepada sumbu kekuasaan. Jadi kita harus kompak dorong lagi supaya itu maksimal. Karena sayang kalau tidak kita dorong,” jelas Harmen.
Harmen menerangkan kilas balik Bengkulu menjadi Provinsi, yang perlu diketahui bahwa, zaman memperjuangkan Bengkulu untuk menjadi provinsi itu belum ada Undang-undang pemekaran wilayah. Waktu itu sangat membutuhkan perjuangan, namun berkat loncatan-loncatan yang dilakukan para terdahulu akhirnya Bengkulu gol pisah dari Sumatera Selatan dan menjadi Provinsi.
“Nah kita, saat ini membutuhkan sosok wakil Bengkulu di Pusat yang demikian, yang memiliki gagasan, ide dan suatu loncatan agar aspirasi daerah ini terlaksana,” demikian Harmen. (Bay)
