BencoolenTimes.com – Sinergi antara BUMN kepelabuhanan dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kian menguat dalam mendorong percepatan kemajuan ekonomi daerah.
Pelindo Regional 2 Bengkulu dan Pemkot Bengkulu sepakat berkolaborasi melalui pengembangan infrastruktur pelabuhan dan kawasan industri sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi baru.
Terbaru, Pelindo Regional 2 Bengkulu tengah menyiapkan pembangunan Terminal Curah Cair khusus yang ditargetkan rampung pada tahun 2026. Terminal ini akan menjadi bagian penting dari transformasi sistem logistik di Kota Bengkulu dengan memisahkan aktivitas curah cair dari Dermaga Nusantara.
General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, menyampaikan, proyek tersebut merupakan komitmen Pelindo dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah.
”Ke depan pada 2026, kita akan memiliki terminal curah cair tersendiri. Ini akan membuat sistem logistik lebih fokus, efisien, dan berdaya saing,” sampai Dimas, Selasa, 30 Desember 2025.
Dimas menilai potensi ekonomi Bengkulu sangat besar dan membutuhkan dukungan lintas sektor agar dapat berkembang optimal. ”Bengkulu ibarat raksasa yang sedang tidur. Dengan kolaborasi yang tepat, raksasa ini mulai bangun,” tambah Dimas.
Dukungan penuh juga datang dari Pemkot Bengkulu. Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan komitmen pemerintah daerah melalui langkah strategis berupa revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk mengintegrasikan kawasan pelabuhan dengan kawasan industri.
”Dari total sekitar 1.000 hektare lahan peruntukan pelabuhan, sebagian akan kita alokasikan menjadi kawasan industri. Di sana akan dibangun pabrik-pabrik dan fasilitas pendukung industri kepelabuhanan,” jelas Dedy.
Menurutnya, revisi RTRW saat ini tengah berproses dan menjadi kunci terciptanya ekosistem industri yang terintegrasi. Kehadiran kawasan industri tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan logistik Bengkulu yang selama ini masih bergantung pada pelabuhan di Lampung.
Kolaborasi antara Pelindo dan Pemkot Bengkulu ini diyakini akan memberikan multiplier effect signifikan bagi perekonomian lokal, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga tumbuhnya sektor usaha pendukung. Pemerintah kota pun optimistis Bengkulu dapat mencontoh keberhasilan kawasan industri di Surabaya dan Medan.
”Insyaallah Kota Bengkulu akan maju pesat. Kuncinya adalah kekompakan dan kebersamaan dalam mengelola potensi daerah, baik industri, pelabuhan, maupun sektor pariwisata,” pungkas Dedy.
Dengan sinergi pembangunan infrastruktur oleh Pelindo dan dukungan kebijakan dari Pemerintah Kota, Bengkulu diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat kekuatan ekonomi baru di pesisir barat Sumatera dalam beberapa tahun ke depan. (JUL/RMC)






