Home Pilkada Pemilih Muda Era Digitalisasi Menuju Pilkada 2024

Pemilih Muda Era Digitalisasi Menuju Pilkada 2024

Direktur LBH Narendradipa, Moeh Ramdani.

BencoolenTimes.com – Dalam melaksanakan proses demokrasi untuk meningkatkan kualitas Pemilihan Umum (Pemilu), salah satunya adalah kehadiran pemilih. Proses demokrasi yang dilakukan berguna untuk menentukan masa depan suatu daerah dan masyarakat, maka pemilih yang cerdaslah yang dapat melaksanakannya.

Pemilih yang cerdas adalah pemilih yang memahami pentingnya demokrasi, kritis dalam praktek demokrasi serta dapat menentukan kepentingan publik. Pada tahun 2024 ini kelompok pemuda dianggap mempunyai potensi dalam mempengaruhi hasil pemilu karena besarnya jumlah pemilih pemuda dan khususnya di wilayah Rejang Lebong (RL).

Diketahui, pemilih milenial mencapai 71.287 pemilih, serta pemilih generasi Z mencapai 54.055 pemilih. Dengan latar belakang usia muda akan menjadi sasaran yang strategis kampanye politik dan tidak memiliki ikatan dengan partai dan kandidat tertentu.

Untuk itu dalam pemilih harus menggunakan hak pilihnya dengan rasional dan kritis. Dan ada beberapa strategi untuk menjadi pemilih cerdas agar tidak salah memilih pemimpin.

Disampaikan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Narendradhipa sekaligus Mediator Non Hakim, Moeh Ramdani, beberapa strategi untuk menjadi pemilih cerdas tersebut, diantaranya melihat rekam jejak calon pilihannya dimulai dari latar belakang, pendidikan, keluarga dan Aktivitasnya.

Kemudian, melihat Visi Misi, program kerja yang terukur dan realistis yang akan berguna bagi masyarakat dan membantu rakyat. Lalu menjadi pemilih yang berdaulat, pemilih tanpa adanya intervensi politik oleh siapa pun dan apapun, bahkan pemerintah.

Selanjutnya, strategi lain, yaitu jangan menjadi golongan putih (Golput) dengan menggunakan hak suaranya. Menjadi pemilih yang rasional dengan memperhatikan kempuan calon yang akan dipilih yang akan melaksanakan programnya untuk menyelesaikan permasalahan rakyat dan membantu rakyat.

‘’Serta menjadi pemilih kritis dengan memperhatikan program kerja yang sesuai dengan kualitas kandidat. Bukan hanya memanfaatkan rakyat dengan fasilitas, jabatan dan wewenang yang ada,’’ sebut Ramdani.

Sebagai generasi era digital, sambung Ramdani, pemilih pemuda dapat menggunakan internet dan media sosial dalam meingkatkan kesadaran dan menjadi rujukan dalam mencari informasi yang tepat.

Sehingga, tambah Ramdani, dapat mempengaruhi pilihan masyarakat. Maka dari itu, seharusnya rakyat dapat menjadi pemilih yang cerdas sebagaimana yang dijabarkan diatas.

‘’Pemilih pemuda mempunyai peranan untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin, khususnya kepala daerah baik itu gubernur ataupun bupati di masa yang akan datang. Makanya kita berpesan agar pemuda dapat menjadi pemilih yang cerdas, agar terpilihnya pemimpin khususnya kepala daerah baik itu gubernur ataupun bupati yang akan menjalankan program sesuai dengan keinginan rakyat, menjawab keluhan rakyat dan membantu rakyat,’’ imbuh Ramdani.(OIL)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version