16.7 C
New York
Tuesday, June 16, 2026

Buy now

spot_img

Pemkab Seluma Perkuat Budaya Inovasi Dongkrak Kualitas Pelayanan Publik

BencoolenTimes.com – Pemerintah Kabupaten Seluma menggelar Seminar Daerah yang dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah di Gedung Daerah Pemkab Seluma, Rabu, 3 Juni 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas generasi muda serta mendorong lahirnya inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Seminar menghadirkan narasumber Wak Demin dan Ando Ramadika atau Roy Kiosaki, dan Koordinator Publikasi Pemkab Seluma, Ferry Sandria. Peserta terdiri dari admin media sosial dan website OPD, kecamatan, kelurahan, serta puskesmas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seluma.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Seluma, Cahyo D. Nenda mengatakan pengelola media sosial dan website pemerintah memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Menurutnya, tuntutan pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, dan berkualitas mengharuskan pemerintah terus beradaptasi melalui berbagai inovasi.

”Inovasi daerah bukan sekadar menciptakan sesuatu yang baru, tetapi menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan pembangunan dan pelayanan publik. Inovasi menjadi instrumen penting untuk meningkatkan efektivitas pelayanan dan mempercepat pencapaian target pembangunan daerah,” kata Cahyo.

Dalam sesi seminar, Roy Kiosaki menekankan pentingnya storytelling dan branding dalam membangun identitas desa di era digital. Menurutnya, banyak desa memiliki potensi besar, namun belum mampu memperkenalkannya secara efektif kepada masyarakat luas.

Roy menjelaskan masyarakat lebih mudah mengingat cerita dibandingkan data atau fakta. Karena itu, promosi desa harus menampilkan kisah, sejarah, budaya, produk unggulan, hingga pengalaman masyarakat yang mampu membangun kedekatan emosional dengan audiens.

Ia menyebut setiap desa memiliki cerita yang dapat menjadi kekuatan branding. Cerita tersebut dapat berasal dari sejarah desa, tradisi budaya, keindahan alam, produk lokal, maupun tokoh inspiratif yang ada di tengah masyarakat.

Selain itu, desa perlu menentukan identitas dan keunggulan utamanya sebelum membangun branding. Identitas tersebut kemudian diperkuat dengan slogan yang singkat, mudah diingat, dan mencerminkan karakter desa.

Menurut Roy, media sosial menjadi sarana yang sangat efektif untuk memperkenalkan potensi desa. Melalui konten digital, potensi wisata, budaya, hingga produk lokal dapat dikenal lebih luas dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Desa yang mampu menceritakan potensinya dengan baik akan lebih mudah dikenal, dipercaya, dan berkembang. Generasi muda harus menjadi duta digital yang aktif mempromosikan potensi daerah,” ujarnya.

Pemkab Seluma Perkuat
Gambar: Koordinator Publikasi Pemkab Seluma, Ferry Sandria

Sementara itu, Ferry Sandria menjelaskan inovasi daerah merupakan kebutuhan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Inovasi tidak harus berbentuk aplikasi atau teknologi yang rumit, tetapi dapat berupa penyederhanaan proses kerja yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Ia menjelaskan inovasi daerah memiliki dasar hukum yang kuat, mulai dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017, hingga Peraturan Bupati Seluma Nomor 72 Tahun 2022. Tujuannya untuk meningkatkan mutu pelayanan publik, partisipasi masyarakat, dan daya saing daerah.

Ferry menegaskan setiap OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seluma wajib mengusulkan minimal satu inovasi setiap tahun sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Kewajiban tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya inovasi sekaligus meningkatkan nilai Indeks Inovasi Daerah.

Selain materi inovasi, Ferry juga memberikan pelatihan fotografi dan videografi menggunakan telepon pintar untuk mendukung publikasi kegiatan pemerintah. Ia menekankan dokumentasi pemerintah harus menampilkan manfaat program yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.

”Fokus dokumentasi harus beralih dari foto-foto seremonial menuju dokumentasi yang memperlihatkan interaksi, pelayanan, dan hasil program yang dirasakan masyarakat,” kata Ferry.

Peserta juga mendapatkan materi teknik pengambilan foto dan video, mulai dari komposisi gambar, sudut pengambilan gambar, stabilitas kamera, hingga penyusunan visual yang mampu menyampaikan pesan secara efektif. Ferry mengingatkan setiap konten yang dipublikasikan harus memenuhi unsur jurnalistik agar informasi yang disampaikan lebih lengkap dan mudah dipahami.

Usai seminar, kegiatan dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis Inovasi Daerah bertema ”Sinergi Peningkatan Indeks Inovasi Daerah untuk Seluma yang Berinovatif”.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Seluma berharap lahir lebih banyak inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendorong kemajuan daerah. (JUL/RMC)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!