Home Kota Bengkulu Pemkot Bengkulu Gandeng Pengembang Pecah PBB, Walikota Dedy Wahyudi: Optimis PAD Meningkat

Pemkot Bengkulu Gandeng Pengembang Pecah PBB, Walikota Dedy Wahyudi: Optimis PAD Meningkat

Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi
PEMECAHAN: Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menggandeng para pengembang perumahan untuk melakukan sinkronisasi pemecahan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

BencoolenTimes.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menggandeng para pengembang perumahan untuk melakukan sinkronisasi pemecahan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Langkah ini dilakukan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang akan digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Kota Bengkulu.

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan, kerja sama ini melibatkan seluruh pengembang yang tergabung dalam asosiasi Real Estat Indonesia (REI) Provinsi Bengkulu, Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERA), serta Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI).

“Asumsi di luar pemecahan PBB yang baru, target kita Rp35 miliar. Kalau ini bisa dimaksimalkan, bisa mencapai Rp40 sampai Rp50 miliar. Untuk PBB saja, target kita Rp11 miliar. Ini adalah modal kita untuk membangun,” kata Dedy Wahyudi, Senin, 14 Juli 2025.

Menurut Dedy Wahyudi, dana dari PBB sangat dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan drainase. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong partisipasi aktif dari masyarakat hingga ketua rukun tetangga (RT) dalam mendukung kebijakan tersebut.

“Kita sudah merangsang para ketua RT-nya, dan mengimbau masyarakat agar turut membantu pemerintah. Mohon pengertiannya, silakan bayar PBB karena inilah modal kita untuk membangun,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemkot Bengkulu telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk mendukung peningkatan PAD Kota Bengkulu di sektor PBB yaitu, dengan memberikan hadiah berupa uang tunai Rp 5 juta hingga Rp 3 juta bagi ketua RT yang tercepat dan terbanyak pengumpulan PBB.

Diketahui, REI Bengkulu saat ini memiliki 74 anggota pengembang, HIMPERA sebanyak 18 anggota, dan APERSI sebanyak 24 anggota. Sinergi antara Pemkot dan para pengembang ini diharapkan dapat mempercepat proses pemecahan objek PBB, sehingga potensi penerimaan daerah dapat dioptimalkan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Bengkulu untuk memperluas basis pajak daerah dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan aset dan penerimaan pajak.(JUL)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version