
BencoolenTimes.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mendorong komoditas kopi sebagai unggulan daerah agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar nasional maupun global.
Upaya tersebut akan diperkuat melalui penyampaian sejumlah program strategis kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dalam kunjungan kerja yang dijadwalkan pada 23–24 April 2026.
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengatakan sektor agribisnis, khususnya kopi, menjadi salah satu fokus utama yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.
”Menteri Bappenas dijadwalkan bertemu dengan para pelaku ekonomi, khususnya di bidang pengolahan kopi, mulai dari eksportir, petani, hingga pelaku usaha kedai kopi,” ujar Herwan.
Menurut dia, pemerintah daerah berupaya memperkuat hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah produk kopi lokal.
Bengkulu dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi robusta terbesar di Pulau Sumatera dengan luas lahan mencapai 85.703 hektare. Produksi kopi tersebar di sejumlah wilayah, terutama di Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Lebong.
Kopi Bengkulu memiliki karakteristik rasa yang khas yang dipengaruhi oleh faktor geografis, kondisi lingkungan, serta komposisi tanah di wilayah perkebunan. Selain itu, proses pengolahan yang umumnya dilakukan secara alami turut menghasilkan cita rasa yang kuat.
Kunjungan Rachmat Pambudy diharapkan dapat mendorong pengembangan sektor kopi Bengkulu secara lebih terarah dan berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan nasional.
Persiapan kunjungan tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi bersama Rektor Universitas Bengkulu, Indra Cahyadinata, di Kantor Gubernur Bengkulu, Jumat, 17 April 2026.
Rencananya, agenda utama kunjungan akan dipusatkan di Gedung Serba Guna Universitas Bengkulu dan bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke-44 kampus tersebut.
”Pada 24 April bertepatan dengan HUT ke-44 Universitas Bengkulu. Kampus akan menggelar rapat senat yang dihadiri mahasiswa dan sivitas akademika dengan jumlah peserta sekitar 1.500 hingga 2.000 orang,” ujar Indra. (JUL/RMC)





