Home Hukum Perkara Telur Asin, Hotel Mercure Bakal Dipanggil Polisi dan Dituntut Penuhi Hak...

Perkara Telur Asin, Hotel Mercure Bakal Dipanggil Polisi dan Dituntut Penuhi Hak Karyawan

BencoolenTimes.Com, – Perseteruan antara Managemen Hotel Mercure dengan Meri salah satu karyawannya terkait perkara salah dalam pemesanan telur, hingga berujung pelaporan ke polisi oleh pihak Mercure atas tuduhan merugikan perusahaan, masih terus bergulir.

Teranyar, Ana Tasia Pase Kuasa Hukum Meri saat diwawancarai, Selasa (7/7/2020) mengatakan, permasalahan antara pihak Mercure dengan kliennya masih terus berjalan. Baru saja pihaknya menanyakan hal tersebut ke Mapolsek Ratu Samban dan Polisi dalam waktu dekat akan memanggil pihak Hotel Mercure.

“Jadi kita tadi sudah ke Polsek Ratu Samban, kita tanya perkembangannya sampai mana dan kata mereka dalam waktu satu atau dua hari ini, mereka bakal memanggil pihak Mercure dan menghubungi kita lagi,” kata Ana Tasia Pase.

Namun, sambung Ana Tasia Pase, kalau sampai tidak ada tindaklanjutnya minggu depan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) sudah dimasukkan. Salah satu poin dalam gugatan tersebut yaitu pihak Hotel harus menbayar hak karyawan terdebut sebesar 32 juta rupian yang merupakan sisa dari kontrak kerjanya selama satu tahun.

“Kita menuntut Mercure membayar hak karyawan itu kan dia (Mercure) memutuskan kontrak,” ucap Ana Tasia Pase.

Seperti diberitakam sebelumnya, permasalahan ini sempat menjadi sorotan Anggota Komisi DPRD Kota Bengkulu dan meminta kepada pihak Hotel Mercure agar memberikan kejelasan tentang apa yang diharapkan karyawan dan hak-hak karyawan jangan di gantung sehingga kewajiban dari perusahaan segera untuk dipenuhi atau diselesaikan.

Meri didampingi kuasa hukumnya, Ana Tasia Pase waktu itu mendatangi Polsek Ratu Samban Kota Bengkulu, Rabu (17/6/2020) menanggapi soal surat panggilan terkait laporan yang disampaikan Hotel Mercure.

Waktu itu Ana Tasia Pase menjelaskan permasalah ini berawal ketika kliennya beberapa waktu lalu salah memesah telur asin, yang seharusnya 30 butir, tetapi karena salah ketik dalam pesanan itu menjadi 30 kilogram.

Vendor atau pihak penyedia, saat itu juga tidak klarifikasi soal pemesana telur yang salah tersebut, sehingga dikirim 30 kilogram telur asin. Setelah itu, kliennya Meri mengklarifikasi soal pemesanan yang salah itu, 30 butir telur masuk ke nota hotel.
Sisa telur yang dipesan, yang semula 30 kilogram, Meri yang bertanggungjawab membayar kesalahan pemesanan itu, dengan setengah kerugian lainnya ditanggung oleh vendor. Menurutnya pihak Hotel tidak ada dirugikan

Sebelum terjadi pelaporan, kata Ana Tasia Pase, managemen hotel sudah membuat surat panggilan, yang menyatakan kliennya melakukan kesalahan pelaporan, bukan tentang pemesanan telur asin. Namun panggilan kedua kliennya datang ke hotel, alasan dari Managemen Mercure memanggil kliennya tersebut untuk klarifikasi terkait kesalahan yang dibuat.
Tetapi ketika kliennya datang, tidak ada klarifikasi dari Mercure, hanya berita acara dan managemen hotel menyatakan saudara Meri sudah bekerja dengan baik, pekerjaannya sudah selesai, tidak ada yang berkaitan dengan salah pemesanan telur.

“Klien kita ini sudah keluar juga surat rekomendasi dari Dinas Ketenagakerjaan, bahwa ada haknya yang harus dibayarkan managemen hotel sebesar 32 juta rupiah, sisa kontrak kerja selama setahun. Kami merasa pihak hotel seakan-akan tidak mau membayar, jadi mencari-cari alasan,” beber Ana Tasia Pase kala itu.

Saat itu, Ana Tasia Pase menyayangkan pihak hotel.
Meri sendiri menjelaskan, selama ia bekerja di Hotel Mercure Bengkulu, tidak pernah mendapat peringatan baik SP1, SP2 maupun SP3. Mendadak ia diminta mundur, karena ada perselisihan dengan oknum di managemen Marcure.

“Masalah telur asin itu sudah lama. Sekarang saya malah dilaporkan ke polisi. Pada masalah itu sudah selesai antara saya dan vendor. Sisa telur itu juga kami bagikan ke anak yatim. Ini kesannya laporan soal telur ke Polsek dipaksakan agar saya dibuang dari Mercure,” jelas Meri saat itu.

Ketika itu Wartawan sempat mendatangi Hotel Mercure Bengkulu untuk klarifikasi. Namun sayang, pimpinan dan managemen saat itu sedang rapat. Wartawan diminta meninggalkan nomor handphone untuk kemudian dikontak kembali jika managemen sudah siap memberi konfirmasi. Namun hingga kini tidak ada klarifikasi dari pihak Hotel.

“Kami malah belum tahu soal laporan telur di Polsek. Silakan tinggalkan nomor HP, nanti managemen akan hubungi untuk konfirmasinya,” ujar resepsionis yang sedang berjaga, usai menghubungi managemen Mercure. (Bay)