
BencoolenTimes.com – Persoalan sampah masih menjadi keluhan masyarakat di Kota Bengkulu, serta menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang belum juga terselesaikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu.
Persoalan sampah masih juga menjadi persoalan di beberapa titik kelurahan di Kota Bengkulu, salah satunya di kawasan dekat lokasi Wisata Pantai Panjang, tepatnya di Jalan Lempuing RT 05 RW 01 Kelurahan Lempuing, Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu.
Tumpukan sampah ini menjadi pandangan tak sedap dan kumuh bagi orang yang lewat ataupun masyarakat di sekitar lokasi yang juga berdekatan dengan SMKN 7 Kota Bengkulu. Mirisnya, menurut pemerintah dan warga setempat, sampah-sampah tersebut bukan mereka yang sembarang membuang, melainkan diduga dari warga luar wilayah mereka.
Lurah Lempuing, Guri Srihono, menjelaskan bahwa pihaknya sudah sering melakukan gotong royong bersama warga untuk membersihkan sampah, bahkan pernah berjaga malam hingga subuh dengan menggunakan anggaran pribadi. Namun, perilaku membuang sampah sembarangan masih terus terjadi di wilayah mereka setiap hari.
‘’Kami menduga, sampah-sampah ini berasal dari luar wilayah, karena warga kami sendiri sudah memiliki pengelolaan sampah melalui LPM dengan iuran rutin,’’ jelas Guri, Senin, 13 Januari 2025.
Warga sekitar mengaku terganggu dengan bau dan pemandangan tak sedap akibat tumpukan sampah tersebut. Lurah dan Ketua RT meminta DLHK Kota Bengkulu untuk kembali menyediakan kontainer sampah di lokasi strategis agar masalah ini dapat segera diatasi.
‘’Kami tidak tinggal diam. Namun, tanpa dukungan fasilitas seperti kontainer, sulit bagi kami menghentikan kebiasaan buruk ini,’’ tutup Guri.
Ketua RT 05 RW 01 Kelurahan Lempuing, Rustam, menambahkan bahwa permasalahan ini kian parah sejak kontainer sampah yang sebelumnya disediakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bengkulu ditarik.
‘’Sejak kontainer tidak ada, tumpukan sampah makin banyak. Kami sudah berusaha, tetapi sulit mengatasinya tanpa fasilitas pendukung,’’ tambah Rustam.(JUL)





