BencoolenTimes.com — Perwakilan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jalan KZ Abidin, Pasar Minggu, Kota Bengkulu, menyatakan sepakat untuk direlokasi ke lokasi baru yang telah disiapkan pemerintah kota. Kesepakatan itu dicapai melalui serangkaian musyawarah dan pertemuan rutin antara pedagang dan perwakilan mereka yang tergabung dalam Tim 7.
Perwakilan pedagang menyebutkan, keputusan relokasi diambil setelah mempertimbangkan kondisi usaha ke depannya. ”Bagaimana supaya ke depannya ini kelangsungan atau mendapatkan suatu solusi yang akan lebih baik tentunya,” Ardiyus ujar salah satu perwakilan pedagang, Jumat, 30 Januari 2026.
Menurut dia, Tim 7 dibentuk untuk menampung aspirasi pedagang kaki lima dan menjembatani komunikasi dengan pemerintah. Proses pengambilan keputusan, kata dia, dilakukan tanpa tekanan dari pihak mana pun. ”Kami beregerak ini murni lilahitaallah, karena hati nurani,” katanya.
Para pedagang menyatakan siap direlokasi ke Pasar Tradisional Modern (PTM) yang telah disediakan pemerintah kota. Mereka juga sepakat untuk menyelesaikan setiap persoalan yang mungkin timbul secara kekeluargaan. ”Kami ingin proses ini berjalan tanpa pro dan kontra,” ujarnya.
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi mengapresiasi sikap para pedagang yang bersedia direlokasi secara sukarela. Ia menyebut relokasi tersebut sebagai peristiwa bersejarah setelah puluhan tahun pedagang berjualan di kawasan itu. ”Sudah 20 tahun mereka berjualan di sini. Ini bukan waktu yang singkat dan pendekatannya juga dilakukan berulang kali,” kata Dedy.
Dedy memastikan pemerintah kota tidak melakukan pengusiran terhadap pedagang. Menurut dia, pemerintah justru menyiapkan berbagai kemudahan, termasuk menggratiskan biaya tempat selama tiga bulan pertama di lokasi baru. ”Kami gratiskan dulu, belum ada pembayaran apa pun,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah kota akan mendorong gerakan berbelanja di dalam pasar guna meningkatkan perputaran ekonomi pedagang yang direlokasi. Dedy juga meminta agar pedagang di pasar menjadi prioritas dalam program bantuan pemerintah, seperti bantuan sosial dan kredit usaha rakyat (KUR).
”Saya betul-betul bahagia hari ini karena relokasi ini dilakukan dengan kesadaran bersama. Bahkan saya ikut membantu mengangkut barang ke dalam pasar,” kata Dedy.
Ia berharap relokasi tersebut dapat membuat tata kota lebih rapi sekaligus meningkatkan kesejahteraan pedagang. ”Kami doakan pedagang yang pindah ini dagangannya semakin laris dan kehidupannya semakin sejahtera,” harap Dedy. (JUL)






