Home Hukum Polda Kesulitan Panggil Terlapor Nelayan Tradisional

Polda Kesulitan Panggil Terlapor Nelayan Tradisional

Direktur Reskrimum Polda Bengkulu

BencoolenTimes.com, – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Bengkulu mengalami kesulitan dalam memanggil nelayan tradisional sebagai terlapor dugaan penganiayaan terhadap nelayan trawl, yang terjadi Jumat (25/12/2020) siang di Perairan Kabupaten Bengkulu Utara.

Direktur Reskrimum Polda Bengkulu, Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif, Jumat (29/1/2021) menyampaikan, Tim Sat Reskrimum Polda Bengkulu mengalami kesulitan, dikarenakan banyak masyarakat di Kabupaten Bengkulu Utara, yang menolak warga dipanggil polisi.

“Kita sudah sempat cek ke sana (Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara), tapi karena masyarakatnya ramai, ya sudah kita pulang saja,” kata Teddy.

Teddy menerangkan, pelaku dugaan penganiayaan terhadap nelayan trawl, diperkirakan berjumlah belasan orang dari nelayan tradisonal, namun belum bisa disebutkan jumlah pasti para pelaku dugaan penganiayaan tersebut.

“Ya banyaklah, sekitar segitu (belasan orang),” jelas Teddy.

Dalam perkara ini Teddy menjelaskan, bahwa dirinya hanya fokus untuk menangani kasus penganiayaan terhadap nelayan trawl.

Tim Penyidik Ditreskrimum Polda Bengkulu, sedang melakukan pemeriksaan terhadap para saksi nelayan trawl yang menjadi korban untuk dikonfirmasi dan dimintai kesaksiannya.

Sementara, untuk kasus dengan tersangka dari nelayan trawl, itu ditangani Penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bengkulu.

“Para saksi korban nelayan trawl, lagi dikonfirmasi untuk dimintai kesaksiannya (terkait penganiayaan yang dialami),” jelas Teddy.

Total saksi yang dipanggil berjumlah empat orang, namun saat akan dilakukan pemeriksaan Tim Penyidik Polda Bengkulu, hanya tiga orang saksi yang datang memenuhi panggilan penyidik.

“Ini sudah ada tiga (sembari menunjuk ke arah ruangan penyidik), totalnya kan ada empat orang semuanya. Saksi dari korban nelayan trawl, yang satu lagi orang Medan (Sumkatera Utara) sedang pulang (pulang kampung),” demikian Teddy.(PPJ)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version