BencoolenTimes.com – Program BPJS gratis pemerintah kota Bengkulu di era kepemimpinan Helmi Hasan – Dedy Wahyudi sangat dirasakan manfaatnya oleh warga kota Bengkulu. Adanya program tersebut, masyarakat tetap menginginkan Dedy Wahyudi melanjutkan program yang telah berjalan.
Salah satu warga kota Bengkulu, ibu Eri mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat terbantu adanya program BPJS gratis dari pemerintah kota Bengkulu. Ia menyebutkan, sebelum mendapatkan BPJS gratis, dirinya harus bayar BPJS sebesar Rp 185 setiap bulan.

”Saya ini penderita diabetes, berkat pak Dedy dan adanya program BPJS, saya berterima kasih banyak, karena saya berobat rutin setiap bulan ke Rumah Sakit (RS) Ummi gratis,” ujarnya, Selasa 5 November 2024.
Dengan merasakan manfaat program BPJS gratis, Ibu Eri turut mengkampanyekan Dedy Wahyudi – Ronny Tobing di hadapan masyarakat. ”Mari kita dukung sepenuhnya pak Dedy Wahyudi, pilih nomor 5, kita menangkan,” ajaknya.
Senada disampaikan warga lainya, bahwa dirinya bersama keluarga mendapatkan BPJS gratis dari program pemerintah kota Bengkulu. ”Mak aku, ayuk, adek dan kakak berobat gratis berkat program Pak Dedy sat menjadi Wakil Walikota bersama Walikota Bengkulu, Helmi Hasan, tidak pakai biaya sepeserpun,” ungkapnya.
Dia mengajak kepada masyarakat agar memilih Dedy Wahyudi – Ronny Tobing di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 ini. ”Kita mendukung Pak Dedy Wahyudi pilih nomor 5,” imbuhnya.
Selain itu, Emak-emak di Kelurahan Kandang Mas juga turut merasakan manfaat program BPJS gratis semasa Helmi Hasan – Dedy Wahyudi menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu.
”Pertama itu laki saya masuk rumah sakit, kedua itu cucu saya sunat dan terakhir anak saya melahirkan. Alhamdulillah, semuanya gratis,” sampai emak-emak tersebut.
Menanggapi pernyataan warga terhadap program BPJS gratis tersebut, Dedy Wahyudi mengatakan, program berobat gratis, sunat gratis dan bersalin gratis telah dirasakan oleh warga kota Bengkulu sehingga program – program ini harus dilanjutkan jangan sampai terhenti ke depannya.
”Kita ini sudah terbukti, bukan janji dan bukan ngecek – ngecek ajo (bahasa Bengkulu),” ucap Dedy Wahyudi.(JUL)






