Home Berita pemerintah Rakornas P2DD 2023 di Jakarta, Bupati Kopli Pastikan Pemkab Lebong Transaksi Keuangan...

Rakornas P2DD 2023 di Jakarta, Bupati Kopli Pastikan Pemkab Lebong Transaksi Keuangan Sistem Digital

Bupati Lebong Kopli Ansori usai hadiri Rakor di Jakarta.

BencoolenTimes.com, – Bupati Lebong Kopli Ansori menghadiri Rapat Koordinasi (Rakornas) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) Tahun 2023 di Gedung Grand Sahid Jaya Jakarta, Selasa (3/10/2023).

Orang nomor satu itu didampingi Kaban BKD Lebong, Erik Rosadi, Kabag Administrasi Pembangunan Setda Lebong, Dery Gutian, serta Kabag Humas Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Lebong, Fendi.

Rakornas P2DD ini diikuti Gubernur, Bupati dan Walikota se-Indonesia, dengan mengusung tema “Sinergi Nasional Akselarasi Digitalisasi Daerah Untuk Indonesia Maju.”

Selain itu, Rakornas ini juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih dan diikuti oleh Gubernur, Bupati/Walikota dan Direktur Bank Daerah Se-Indonesia. Sementara, Wakil Presiden RI K.H. Ma’ruf Amin hadir secara virtual.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto disitu memaparkan beberapa capaian tugas Satgas P2DD dalam kurun waktu tahun 2022 hingga semester I tahun 2023.

“Implementasi kebijakan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), berdasarkan Survei Indeks ETPD semester I tahun 2023, jumlah pemerintah daerah yang masuk kategori digital mencapai 399 Pemda atau 73,6 persen. Pemerintah optimis target tahun ini 75 % bisa dicapai,” ungkap Menko Airlangga.

Terpisah, Bupati Lebong, Kopli Ansori menyatakan, Pemkab Lebong telah melaksanakan percepatan dan perluasan digitalisasi daerah sebagaimana yang ditegaskan pemerintah pusat.

Semua transaksi keuangan yang dilaksanakan Pemkab Lebong telah dilaksanakan secara non tunai, baik itu untuk belanja daerah, hibah, santunan maupun penghargaan yang diberikan kepada masyarakat.

“Pengelolaan keuangan Lebong telah berbasis elektronik yang akan lebih efisien, transparan, dan akuntabel sehingga lebih mudah untuk diawasi dan dipertanggungjawabkan,” kata Kopli.

Selain itu, di bidang perdagangan terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga didorong untuk dilakukan secara non tunai.

“Pelaku usaha di Lebong sekarang sudah ada beberapa produk aplikasi yang menjadi wadah UMKM telah melaksanakan digitalisasi keuangan, salahsatunya aplikasi Lebongbisa.com,” tandasnya. (OIL)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version