Home Info Daerah Rejang Lebong Satpol PP Rejang Lebong Amankan Puluhan Pelajar Bolos, Dinas Dikbud Beri Respon

Satpol PP Rejang Lebong Amankan Puluhan Pelajar Bolos, Dinas Dikbud Beri Respon

Satpol PP Rejang Lebong
DIAMANKAN: Puluhan pelajar di Kabupaten Rejang Lebong diamankan Satpol PP Rejang Lebong saat razia.

BencoolenTimes.com – Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) Rejang Lebong berhasil mengamankan setidaknya 49 pelajar yang diduga bolos alias tidak masuk sekolah dan berkeliaran di beberapa lokasi.

Puluhan pelajar ini terjaring razia Satpol PP Rejang Lebong, Kamis pagi, 18 September 2025. Mereka terdiri dari 29 pelajar SMA/SMK yang seluruhnya laki-laki dan 20 pelajar SMP yang terdiri dari 17 laki-laki dan 3 pelajar perempuan.

Selanjutnya, Puluhan Pelajar Bolos tersebut langsung digelandang ke Kantor Satpol PP Rejang Lebong untuk dilakukan pendataan. Serta dipanggil orang tua dan di konfirmasi pihak sekolah masing-masing pelajar.

Selain bolos dan berkeliaran di luar sekolah, pelajar perempuan kedapatan ikut merokok bersama pelajar laki-laki. Serelah dipanggil pihak sekolah, para pelajar mendapatkan pembinaan.

Diungkapkan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Rejang Lebong, Zakaria Effendi menegaskan, pihak sekolah harus segera turun tangan melakukan pembinaan.

Pihaknya sudah menerima data asal sekolah para siswa-siswi yang terjaring razia. Kemudian sekolah diminta melakukan pemanggilan orangtua para pelajar tersebut pada Jumat, 19 September 2025 atau besok.

‘’Kita cuku prihatin, apalagi informasinya ada pelajar perempuan yang ikut kedapatan merokok bersama pelajar pria. Ini terbilang cukup bahaya, sehingga tidak bisa dibiarkan begitu saja dan orang tuanya harus tahu,’’ sampai Zakaria.

Zakaria juga menekankan pentingnya peran guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah. Menurutnya, guru BK memiliki peran vital dalam mendampingi siswa agar tidak terjerumus lebih jauh ke perilaku menyimpang.

Sehingga, khususnya para pelajar yang terjaring razia hingga yang kedapatan merokok harus mendapatkan pembinaan ekstra agar bisa merubah prilakunya.

‘’Guru BK harus aktif memberikan arahan dan konseling, bukan hanya saat ada kasus, tapi juga secara rutin. Anak-anak ini masih bisa dibina, jangan sampai mereka kehilangan arah,’’ sebut Zakaria.

Selain peran sekolah, lanjut Zakaria, perhatian dan pengawasan orangtua harus ditingkatkan. Karena persoalan pendidikan pelajar tidak sepenuhnya tanggungjawab atau urusan sekolah saja.

‘’Kalau anak-anak ini tidak kita kawal bersama, mereka bisa terjerumus lebih dalam ke kenakalan remaja. Merokok itu awal, nanti bisa berkembang ke hal-hal lain yang lebih berbahaya,’’ imbuh Zakaria.(OIL)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version