Home Kota Bengkulu Satu Tahun Dedy-Ronny, Bangun Wajah Kota Lewat Belungguk Point

Satu Tahun Dedy-Ronny, Bangun Wajah Kota Lewat Belungguk Point

Satu Tahun Dedy-Ronny
Gambar: Ikon Belungguk Point Kota Bengkulu

BencoolenTimes.com – Senja itu, udara di sepanjang Jalan S. Parman terasa berbeda. Bukan lagi sekadar deru mesin kendaraan yang terburu-buru mengejar lampu merah, melainkan gelak tawa warga yang duduk santai di deretan kursi estetik di bawah pendar lampu hias yang temaram.

Inilah wajah baru Kota Bengkulu, Belungguk Point. Diresmikan sebagai kado spesial satu tahun kepemimpinan Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing, Belungguk Point bukan sekadar proyek trotoar biasa.

Ia adalah “ruang tamu” kota yang dirancang untuk memanusiakan pejalan kaki sekaligus menghidupkan kembali denyut nadi kreativitas warga.

Menghapus Sekat, Membangun Kedekatan

Kata “Belungguk” dalam bahasa lokal berarti berkumpul atau duduk bersama. Filosofi inilah yang ingin dihidupkan kembali oleh duet Dedy-Ronny. Jika dulu warga Bengkulu harus pergi ke pusat perbelanjaan tertutup untuk sekadar nongkrong, kini mereka punya ruang terbuka hijau yang inklusif.

”Kami ingin warga merasa memiliki kotanya. Belungguk Point adalah tempat di mana pejabat, mahasiswa, seniman, hingga tukang ojek bisa duduk di kursi yang sama, menikmati udara sore yang sama,” ujar Dedy Wahyudi.

Estetika Ala Malioboro dan Sentuhan Besurek

Berjalan di sepanjang Belungguk Point memberikan sensasi layaknya menyusuri Jalan Malioboro di Yogyakarta atau Braga di Bandung.

Pedestrian yang lebar dan ramah disabilitas dihiasi dengan ornamen khas Bengkulu. Di beberapa sudut, instalasi seni bertema Batik Besurek dan alat musik Dhol berdiri megah, mengingatkan setiap pengunjung pada akar budaya mereka di tengah modernitas.

Saat malam tiba, kawasan ini berubah menjadi panggung terbuka. Cahaya lampu gantung yang estetik menciptakan suasana romantis yang menjadi magnet bagi para pemburu foto Instagramable.

Tak heran, setiap akhir pekan, Belungguk Point dipadati generasi Z hingga keluarga yang ingin menikmati quality time.

Ekonomi yang Berdenyut dari Trotoar

Bukan hanya soal keindahan visual, Belungguk Point adalah motor baru ekonomi kerakyatan. Kehadiran ruang publik ini secara otomatis mengundang geliat UMKM. Mulai dari kopi lokal hingga kudapan tradisional kini punya pasar baru.

Pemerintah kota pun berkomitmen menjaga ekosistem ini tetap rapi dengan penataan pedagang yang tertib dan fasilitas kebersihan yang terjaga.

Harapannya, Belungguk Point tidak hanya menjadi tempat “nampang”, tetapi juga tempat uang berputar bagi warga kecil.

Simbol Perubahan Wajah Kota

Setahun kepemimpinan Dedy-Ronny memang diwarnai banyak pembangunan, namun Belungguk Point dianggap sebagai salah satu yang paling membekas di hati warga.

Ia menjadi bukti bahwa transformasi kota tidak harus selalu soal gedung tinggi, melainkan tentang menciptakan ruang di mana warga bisa bernapas, bercerita, dan merasa bangga menjadi bagian dari Kota Bengkulu.

Kini, Jalan S. Parman bukan lagi sekadar lintasan aspal. Ia adalah identitas baru, sebuah titik temu di mana harapan dan kebahagiaan warga Bengkulu “belungguk” menjadi satu. (JUL/RMC)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version