BencoolenTimes.com – Gadis pelajar inisial AHM (17) asal Kecamatan Bermani Ulu yang tinggal di Kelurahan Tunas Harapan Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong dan ditemukan tewas gantung diri sempat mengirim pesan terakhir dengan temannya sebelum akhiri hidup.
Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, baik keluarga maupun teman-teman korban, termasuk pacar korban, terkuak beberapa fakta.
Diketahui, sebelum nekat gantung diri, korban sempat berkomunikasi dengan temannya bernama Sal dengan mengirim Voice Note (VN) dari aplikasi WhatsApp (WA).
Intinya, korban mengatakan kepada temannya Sal tersebut ‘Sal kalo ambo Pai, Idak papokan, ambo salah jalan, ambo sayang samo kamu samo ibu jugo’ (Sal kalau aku pergi, gak apa-apa kan, aku salah jalan, aku sayang sama kamu, sama ibu juga).
‘’Teman korban menerima kiriman VN tersebut sekitar pukul 15.30 WIB atau sebelum korban ditemukan gantung diri. Saat itu, teman korban ini sedang berada di kawasan Simpang Lebong. Setelah menerima pesan tersebut, korban langsung menuju tempat korban bersama ibunya tinggal. Namun saat sampai disana, korban sudah meninggal dunia dan terbaring di dalam kamar bedengan bersama ibunya,’’ terang Kasi Humas Polres Rejang Lebong (RL) Iptu Sinar Simanjuntak.
Selain itu, sambung Kasi Humas, diketahui, Jumat (18/8/2023) pukul 07.00 WIB, korban juga sempat berkomunikasi dengan pacarnya melalui pesan aplikasi WA. Intinya, korban ingin mengajak sang pacar untuk Video Call melalui aplikasi WA, namun ditolak. Alasan pacar korban capek, karen baru pulang berkemah di Gunung Kaba.
‘’Sehingga korban dan pacarnya bertengkar di WA, selanjutnya oleh pacar korban ditinggal tidur. Dari keterangan saksi-saksi juga di ketahui, bahwa korban ingin meminta pertanggungjawaban kepada pacarnya, karena selama ini sudah sering melakukan hubungan suami istri. Bahkan korban mengaku kepada pacarnya sedang hamil, namun sang pacar mengaku mau bertanggungjawab setelah lulus dari SMA,’’ sambung Kasi Humas.
Hal tersebutlah, tambah Kasi Humas, diduga yang menjadi motif korban nekat melakukan aksi gantung diri.
“Diduga korban ini merasa bersalah, karena sudah sering melakukan hubungan suami istri dengan sang pacar. Namun saat sang pacar diminta bertanggungjawab, jawabannya mau bertanggungjawab setelah lulus SMA,’’ ungkap Kasi Humas.
Kasi Humas menambahkan, jenazah pelajar tersebut sudah dimakamkan keluarganya di Kecamatan Bermani Ulu. Pihak keluarga enggan melakukan outopsi dan sudah menandatangani surat pernyataan diatas materai.(OIL)




