Home Pemprov Bengkulu Sekda Bengkulu Dorong Solusi Percepatan Irigasi untuk Optimalkan Program Cetak Sawah

Sekda Bengkulu Dorong Solusi Percepatan Irigasi untuk Optimalkan Program Cetak Sawah

Sekda Bengkulu Dorong Solusi
Gambar: Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu Herwan Antoni memimpin rapat evaluasi Program Cetak Sawah Rakyat 2025

BencoolenTimes.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu Herwan Antoni memimpin rapat evaluasi Program Cetak Sawah Rakyat 2025 dan membahas percepatan penyelesaian masalah irigasi yang menghambat pemanfaatan lahan di sejumlah wilayah di Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Senin, 2 Juni 2026.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan melaporkan Bengkulu memperoleh alokasi cetak sawah seluas 2.200 hektare. Sebanyak 1.542,57 hektare telah memiliki Survey Investigasi dan Desain (SID), dan 861,9 hektare memasuki tahap konstruksi.

Sebagian lokasi telah memasuki masa tanam dan panen dengan total sekitar 319,9 hektare di Kabupaten Bengkulu Utara, Seluma, dan Rejang Lebong.

Rapat juga menyoroti lahan cetak sawah di Desa Tanjung Gelang, Kabupaten Rejang Lebong. Sekitar 572 hektare belum dimanfaatkan optimal karena pasokan air irigasi belum tersedia sesuai kebutuhan.

Herwan Antoni menegaskan pemerintah harus memastikan lahan yang telah dicetak dapat dimanfaatkan masyarakat.

”Sawah sudah dicetak, tetapi air belum mengalir. Ini yang harus segera kita carikan solusinya bersama. Jangan sampai program yang sudah berjalan baik justru dianggap gagal karena persoalan irigasi belum terselesaikan,” tegas Herwan Antoni.

Ia meminta perangkat daerah, pemerintah kabupaten, Balai Wilayah Sungai (BWS), dan TNI bersama-sama mencari solusi agar pasokan air segera tersedia.

Menurut Herwan, berbagai upaya telah dilakukan, termasuk pembangunan jaringan perpipaan dan koordinasi dengan pemerintah pusat. Namun masih diperlukan kajian teknis lanjutan untuk mengalirkan air ke kawasan sawah dengan kondisi kontur tertentu.

Pemerintah Provinsi Bengkulu juga telah memperoleh dukungan tambahan dari pemerintah pusat untuk penyempurnaan jaringan perpipaan.

Perwakilan Kodim menyatakan dukungan penuh dan menilai keterlibatan tenaga ahli hidrologi serta sistem perpipaan diperlukan agar solusi sesuai dengan kondisi lapangan.

Selain mengevaluasi program 2025, rapat membahas rencana cetak sawah 2026. Bengkulu mendapat indikasi alokasi 5.000–6.000 hektare dari Kementerian Pertanian dan masih menunggu usulan lokasi dari kabupaten/kota untuk penyusunan SID.

Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya agar program cetak sawah tidak hanya menambah luas lahan pertanian, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan daerah. (JUL/RMC)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!
Exit mobile version