Sosok Helmi Hasan Membuat Ibu-ibu Ini Rela Berkorban 

BencoolenTimes.Com,-Sejumlah ibu-ibu rela berkorban menyediakan setiap kebutuhan bagi tim pemenangan calon gubernur-wakil gubernur nomor urut satu (1) Helmi-Muslihan melakukan kampanye dari desa ke desa, dari satu pintu rumah ke pintu rumah yang lain.

Ditanyakan mengenai alasan, Hj Gusmaniar, salah satu diantaranya menjawab, ia mengenal sosok H Helmi Hasan sebagai orang yang sayang dengan anak yatim dan duafa.

“Beliau (Helmi Hasan, red) sosok yang religius dalam arti yang sebenarnya. Bukan kaleng-kaleng. Bukan tipu-tipu. Taat beribadah. Waktu salat masuk, dia langsung ke masjid dan meninggalkan semua urusan dunia. Ini layak jadi pemimpin, layak diteladani oleh seluruh generasi,” kata Gadis Santun, sapaan akrab Hj Gusmaniar.

Gadis Santun melanjutkan, pasangan nomor urut satu (1) Helmi-Muslihan juga merupakan pasangan yang memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap seluruh warga yang kurang mampu.

“Sanggup luangkan waktu untuk mendatangi rumah-rumah mereka. Semua warga yang kekurangan kalau butuh berobat tinggal lapor. Bahkan ada ambulans gratis buat semua hajat warga. Kemana lagi cari pemimpin seperti ini. Rugi, rugi, benar-benar rugi kalau gubernur tidak pilih Helmi-Muslihan. Ruginya lima tahun. Ayo, mari bahu-membahu menangkan Helmi-Muslihan,” ungkap Gadis Santun bersemangat.

Senada diungkapkan Ketua DPD Perempuan Amanat Nasional (PUAN) Kota Bengkulu, Sri Suharti. Ia menuturkan, selain religius, Kota Bengkulu juga tampak lebih indah sejak dipimpin oleh H Helmi Hasan selaku walikota.

“Setiap hadir ke pesta pernikahan, masuk jalan gang-gang sempit pun semua sudah mulus. Padahal dulu semua masih batu dan tanah. Apalagi jalan-jalan utama. Mulus semua. Sudut-sudut kota dulu jelek, sekarang indah. Dulu berobat susah. Sekarang sudah ada rumah sakit kota terindah di seluruh pelosok negeri,” papar Sri Suharti.

Baik Gadis Santun maupun Sri Suharti dalam banyak kesempatan selalu bergerak untuk membagikan atribut Helmi-Muslihan kepada setiap pemilih.

Kesadaran politik dan militansi yang tinggi dari pendukung semacam ini tak mungkin ada tanpa daya tarik seorang pemimpin dan jejak rekamnya yang baik.

Terlebih selama ini dalam demokrasi liberal, politik identik dengan duit. Tim sukses hanya bersedia bergerak kalau ada imbalan berupa uang atau fasilitas.

“Alhamdulillah, kami sangat bahagia dan ikhlas menolong kandidat yang religius dan perhatian sama rakyatnya, yang tiada duanya, hanya 1 pemimpin saat ini,” kata Ketua DPW PUAN Bengkulu, Hj Asmiar Amir SSos I. (IAL)