BencoolenTimes.com – Fernando, Pedagang Kaki Lima (PKL) yang melakukan pengancaman dan melawan petugas Satpol PP Kota Bengkulu saat penertiban di kawasan Pasar Panorama tepatnya di jalan Semangka beberapa waktu lalu menyampaikan permohonan maaf kepada Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi.
Isteri Fernando, Eva disamping pengacara dan keluarganya berkunjung ke Gedung Merah Putih di Betungan, Selasa, 10 Februari 2026. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Dedy Wahyudi.
”Jadi kami sekarang secara pribadi minta maaf dan minta bantuan juga kepada Bapak Walikota,” sampai pengacara Fernando.
Hal yang sama disampaikan Eva bahwa apa yang dilakukan oleh suami merupakan perbuatan yang salah dan ia memohon maaf kepada orang nomor satu di Kota Bengkulu.
”Saya selaku dari istrinya Fernando, pedagang kaki lima mohon maaf atas kelakuan dan perbuatan suami saya pak,” tambah istrinya.
Dihadapan keluarga Fernando, Walikota Dedy menyampaikan agar pedagang tidak lagi melakukan jualan di trotoar dan bahu jalan, karena membuat kemacetan bagi pengendara dan menganggu ketertiban umum. Selain itu, Dedy menyampaikan bahwa perbuatan pelaku tidak boleh dilakukan karena melanggar hukum.
”Semua orang berhak, tapi kalau jualan di jalan itu membuat macet, terus ganggu juga yang lewat. Maka kemarin pas ditertibatkan itu, bawa parang itu nggak boleh, kita ini negara hukum,” tegas Dedy.
Dedy meminta agar tragedi ini dijadikan pelajaran dan ambil hikmah, ia juga berharap agar kedua belah pihak tidak menyimpan dendam.
”Ini jadikan hikmah, pelajaran. Jangan ada dendam. Satpol PP jangan ada dendam, bapak Ibu juga jangan ada dendam,” minta Dedy.
Dedy berjanji akan segera menghubungi pihak kepolisian untuk mencabut laporan yang telah dimasukkan. ”Nah, sekarang yang sudah, sudahlah. Tinggal lagi proses. Nanti saya akan hubungi Pak Kapolres, Pak Polsek. Kalau bisa segera mungkin. Tapi itu tadi. Tolong bantu kami bangun kota ini, nata kota ini, jangan lagi ada yang jualan di pinggir jalan,” pungkas Dedy. (JUL)






