8 C
New York
Monday, March 16, 2026

Buy now

spot_img

Tanpa Kembang Api, Deklarasi AMJ Meledak: Lebih 500 Insan Media Menyatu di ‘Rumah Baru’

BencoolenTimes.com – Sebuah gelombang besar di dalam kesederhanaan mengiringi lahirnya organisasi bernama Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) di ruang Hotel Mercure Bengkulu, Kamis 12 Februari 2026.

Tanpa ada Confetti yang beterbangan hingga bendera dikibarkan tinggi dalam deklarasi AMJ. Deklarasi ini bukan sekedar gemuruh seremonial, melainkan dengan tekad yang senyap namun mengguncang.

Terdata lebih dari 100 perusahaan media online dan puluhan akun media sosial dari seluruh penjuru Provinsi Bengkulu menyatu dalam satu wadah. Tak kurang dari 500 insan pers, kreator digital, dan pengelola akun media sosial hadir, menjadi saksi bahwa di era banjir informasi, kesadaran untuk berkolaborasi jauh lebih kuat daripada ego masing-masing platform.

Deklarasi ini turut dihadiri langsung oleh Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, bersama jajaran Forkopimda kota dan provinsi, pejabat daerah dari berbagai kabupaten, serta Ketua PWI Provinsi Bengkulu.

Baca Juga  Walikota Bengkulu Keluarkan Surat Edaran Selama Puasa, Berikut Pointnya

Kehadiran para pemangku kebijakan menjadi simbol bahwa media bukan sekadar penyampai kabar, melainkan mitra strategis dalam membangun peradaban informasi.

Tanpa Kembang Api
Ketua Asosiasi Jurnalis dan Media (AMJ), Bowo Susilo

Ketua AMJ, Wibowo Susilo, menegaskan bahwa AMJ hadir sebagai “rumah baru”, sebuah ruang teduh bagi perusahaan media online, pemilik akun media sosial, dan insan pers untuk bersinergi membangun Bengkulu melalui informasi yang bertanggung jawab.

Mengusung tema “Kolaboratif dan Adaptif di Era Transformasi Digital,” AMJ lahir dari kegelisahan zaman.

Di tengah derasnya arus media sosial yang kerap tak terkontrol, informasi sering kali kehilangan arah, bahkan makna. AMJ ingin menjadi penyeimbang menyatukan kecepatan digital dengan kedalaman etika jurnalistik.

”Dengan maraknya media sosial saat ini, terkadang informasi yang disampaikan tidak terkontrol. Untuk itu, hadirnya AMJ diharapkan mampu menjadi penyeimbang penyebaran informasi dengan tidak meninggalkan kode etik jurnalistik, terkhusus bagi kreator digital dan pemilik akun media sosial,” ungkap Wibowo.

Baca Juga  Walikota Bengkulu Tetapkan HET Kelapa Muda di Pantai Panjang Selama Lebaran

Pernyataan itu seperti penegasan bahwa di balik setiap unggahan, ada tanggung jawab moral. Di balik setiap klik, ada konsekuensi sosial. Informasi bukan sekadar konten ia adalah amanah.

Sementara itu, Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi memberikan apresiasi tinggi atas terbentuknya AMJ. Ia bahkan mengibaratkan gerakan Wibowo membentuk AMJ seperti “memasang pukat harimau” hingga “kapal keruk”. Sebuah metafora tentang kemampuan merangkul seluruh elemen media, baik perusahaan pers maupun akun media sosial, dalam satu jejaring besar.

Sebagai tokoh yang tumbuh dari dunia jurnalistik, Dedy mengakui bahwa kariernya berakar dari profesi wartawan. Ia memahami betul bagaimana kerasnya tempaan dunia pers dalam menanamkan nilai dan kode etik.

”Sampai hari ini saya mengakui karier saya berawal dari wartawan. Saya ingat betul bagaimana saya ditempa untuk menjadi seorang jurnalis yang menjunjung tinggi nilai dan kode etik jurnalistik. Banyak tokoh besar bangsa ini juga mengawal kariernya sebagai insan pers,” tegasnya.

Baca Juga  Resmikan Mushola Al Mizan, Walikota Dedy Wahyudi Apresiasi Bencoolen Mall Perhatikan Kenyamanan Pengunjung

Dalam kepemimpinannya, Dedy menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang kritik seluas-luasnya bagi insan pers dan pengguna media sosial. Namun kebebasan itu, kata dia, harus berjalan seiring dengan tanggung jawab memberikan informasi yang berimbang, akurat, dan beretika.

Deklarasi AMJ pada akhirnya bukan sekadar pembentukan organisasi. Ia adalah refleksi zaman. Ketika teknologi melaju tanpa rem, etika harus menjadi kemudi. Ketika informasi menjadi komoditas, kebenaran harus tetap menjadi tujuan.

Di tengah riuhnya dunia digital, AMJ memilih lahir tanpa dentuman. Namun justru dalam kesunyian itulah, sebuah kesadaran kolektif sedang dibangun dan pers bukan hanya tentang siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang paling benar. (PUL)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!