Tegas ! Polda Pecat Oknum Perwira

BencoolenTimes.com, – Polda Bengkulu resmi melakukan pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH terhadap Iptu Maulana, oknum perwira polisi yang melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga terhadap istrinya sendiri yakni Ayu Melati Tresna, beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno mengatakan, PTDH tersebut merupakan ketegasan Polri dalam menindak anggotanya yang melakukan pelanggaran hukum. Anggota polri tersebut diproses secara hukum dan terbukti melakukan pelanggaran hukum berdasarkan proses sesuai ketentuan sehingga diberhentikan tidak dengan hormat.

Anggota polri yang dilakukan pemberhentian tidak dengan hormat tersebut antara lain, yang melakukan pelanggaran hukum berat, menjadi pengedar narkoba, dan anggota yang sudah tidak layak menjadi anggota Polri.

“Kita proses secara hukum, kemudian terbukti dan sudah dilakukan pidana di peradilan Hukum, kemudian di internal kita proses KKI, dari hasil KKI kita jatuhi hukuman PTDH,” ungkap Sudarno, Rabu (24/11/2021).

Sudarno menegaskan, keputusan PTDH tersebut merupakan peringatan tegas dari pimpinan yang tak segan menindak anggota yang melanggar dan memberikan penghargaan kepada anggota yang berprestasi.

“Kasus ini merupakan peringatan tegas dari pimpinan bahwa polri akan memberikan punistmen pada mereka yang melakukan pelanggaran dan sebaliknya akan diberi reward atas kegiatan yang baik dan berprestasi. Reward itu bermacam-macam bisa sekolah, bisa naik jabatan, naik pangkat dan sebagainya, jadi ada keseimbangan didalam pembinaan karir di kepolisian” jelas Sudarno.

Selain kasus KDRT, terdapat pula kasus Narkoba anggota kepolisian, dan hingga kini masih dalam pengembangan dan pendalaman.

“Tahun 2021 Polisi yang sudah inkracht baru ini 1 orang, untuk kasus lainnya kita masih menunggu, terkait berapa orang, data pastinya saya belum lihat jumlahnya, tetapi ada,” tukas Sudarno.

Diketahui sebelumnya dalam kasus ini Iptu Maulana dituntut Jaksa Penuntut Umum dengan hukuman 3 tahun penjara, lalu Majelis Hakim Pengadilan Negeri memvonis Iptu Maulana dengan hukuman 2 tahun penjara. Atas putusan tersebut, Iptu Maulana mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi dan Majelis Hakim menguatkan putusan Pengadilan Negeri. Selanjutnya Iptu Maulana mengajukan kasasi yang mana majelis hakim juga menguatkan putusan Pengadilan.

Dalam putusannya, Majelis Hakim Pengadilan Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi yang diajukan Iptu Maulana dan menyatakan Iptu Maulana terbukti sah melakukan kekerasan fisik dalam rumah tangga terhadap istrinya Ayu Melati Tresna, Iptu Maulana dinyatakan melanggar pasal 44 ayat 1 undang – undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. (Cw2)